Senator Amerika Ancam Arab Saudi karena Melawan AS soal Minyak
Senin, 10 Oktober 2022 - 13:56 WIB
Seorang senator Amerika mengancam Arab Saudi setelah kerajaan itu melawan tekanan Amerika Serikat agar meningkatkan produksi minyak. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS), Chris Murphy, mengancam Arab Saudi dengan menyerukan pemerintah Joe Biden melarang penjualan senjata ke kerajaan tersebut.
Dia juga menyerukan perubahan dalam hubungan Washington dengan Riyadh setelah Arab Saudi dan anggota aliansi OPEC+ lainnya memutuskan untuk secara signifikan memangkas produksi minyak akhir tahun ini.
Aliansi OPEC+ tekanan Amerika yang menginginkan mereka meningkatkan produksi minyak agar tidak memicu kembali kenaikan harga bahan bakar minyak di AS.
Baca juga: Rusia Puji Arab Saudi Cs karena Berani Melawan AS soal Minyak
Berbicara di "State of the Union" CNN, Minggu (9/10/2022), Murphy menambahkan semakin banyak anggota Partai Demokrat yang berpendapat bahwa AS harus memikirkan kembali hubungannya dengan Kerajaan Arab Saudi sehubungan keputusannya memangkas produksi minyak 2 juta barel per hari serta catatan hak asasi manusia (HAM) Riyadh.
Pemangkasan produksi yang akan dimulai pada November nanti diputuskan setelah Presiden Joe Biden melakukan perjalanan ke Arab Saudi musim panas ini—yang salah satunya melobi Riyadh untuk memompa lebih banyak minyaknya.
Tetapi OPEC+ mengatakan pemangkasan produksi minyak yang diumumkan minggu lalu diperlukan untuk membantu mendukung harga minyak internasional.
Dia juga menyerukan perubahan dalam hubungan Washington dengan Riyadh setelah Arab Saudi dan anggota aliansi OPEC+ lainnya memutuskan untuk secara signifikan memangkas produksi minyak akhir tahun ini.
Aliansi OPEC+ tekanan Amerika yang menginginkan mereka meningkatkan produksi minyak agar tidak memicu kembali kenaikan harga bahan bakar minyak di AS.
Baca juga: Rusia Puji Arab Saudi Cs karena Berani Melawan AS soal Minyak
Berbicara di "State of the Union" CNN, Minggu (9/10/2022), Murphy menambahkan semakin banyak anggota Partai Demokrat yang berpendapat bahwa AS harus memikirkan kembali hubungannya dengan Kerajaan Arab Saudi sehubungan keputusannya memangkas produksi minyak 2 juta barel per hari serta catatan hak asasi manusia (HAM) Riyadh.
Pemangkasan produksi yang akan dimulai pada November nanti diputuskan setelah Presiden Joe Biden melakukan perjalanan ke Arab Saudi musim panas ini—yang salah satunya melobi Riyadh untuk memompa lebih banyak minyaknya.
Tetapi OPEC+ mengatakan pemangkasan produksi minyak yang diumumkan minggu lalu diperlukan untuk membantu mendukung harga minyak internasional.
Lihat Juga :