Jet Tempur Siluman F-35 Israel Diklaim Biang Ledakan Situs Militer Iran

Sabtu, 04 Juli 2020 - 02:07 WIB
Klaim itu muncul setelah The New York Times, yang mengutip seorang pejabat intelijen Timur Tengah secara anonim, melaporkan bahwa ledakan Natanz disebabkan oleh "alat peledak yang ditanam di dalam fasilitas". (Baca: Iran: Ledakan Dahsyat Parchin Bukan dari Pangkalan Militer )

Pejabat intelijen itu menegaskan bahwa ledakan tersebut menghancurkan banyak bagian di atas permukaan tanah dari fasilitas Natanz, di mana sentrifugal pengayaan uranium mutakhir telah ditempatkan sebelum dioperasikan.

Tak lama setelah laporan itu keluar, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran Behrouz Kamalvandi mengonfirmasi ledakan itu terjadi di dekat situs nuklir Natanz. Namun, dia mengklaim pabrik nuklir Natanz beroperasi seperti biasa karena reaktor tidak rusak dan tidak ada korban jiwa maupun luka. (Baca: Insiden Ledakan dan Kebakaran di Situs Nuklir Natanz Iran Mencurigakan )

Kamalvandi juga mencatat bahwa tidak ada polusi di situs nuklir tersebut, karena tidak ada bahan nuklir di pabrik.

Insiden di situs nuklir Natanz terjadi enam hari setelah ledakan di dekat kompleks militer Parchin yang terletak sekitar 30 kilometer dari Teheran. Pihak berwenang Iran bersikeras bahwa ledakan itu adalah hasil dari "kebocoran tangki gas". Namun, foto-foto satelit menunjukkan bahwa ledakan itu terjadi di fasilitas produksi rudal di Parchin.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!