THAAD dan Patriot AS Gagal Hentikan Drone Houthi, UEA Boyong Sistem Pertahanan Israel

Minggu, 25 September 2022 - 08:35 WIB
“Program ini sudah berjalan dan telah memungkinkan keberhasilan intersepsi upaya Iran untuk menyerang Israel dan negara-negara lain,” kata Gantz selama pengumumannya.

Dia tidak merinci "upaya Iran" yang diklaimnya atau menyebut negara tertentu yang bermitra dengan Israel.

Seminggu setelah pengumuman Gantz, Channel 12 Israel melaporkan bahwa Tel Aviv berencana untuk meminta persetujuan pemerintahan Biden atas penjualan sistem pertahanan udara berbasis laser Iron Beam ke negara-negara Teluk, termasuk UEA dan mungkin Arab Saudi, sebuah negara yang tidak memiliki hubungan formal dengan Israel.

Juga musim panas ini, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Pentagon telah menyelenggarakan pertemuan diam-diam di Mesir pada bulan Maret untuk membahas cara-cara bagi kekuatan regional untuk meningkatkan kerja sama pertahanan udara melawan Iran, dengan kepala Komando Pusat AS saat itu Frank McKenzie dan komandan militer senior dari Israel dan negara-negara Arab termasuk Bahrain, Mesir, Yordania, Qatar, UEA, dan Arab Saudi, dikatakan telah hadir.

Baca: Pemukim Yahudi Israel Bentuk Milisi Bersenjata di Palestina

Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan meluncurkan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel jika terjadi agresi udara Israel terhadap program nuklir damainya, tetapi juga menekankan bahwa operasi militernya di Timur Tengah bersifat defensif dan ditujukan untuk memerangi ekstremisme Islam.

Teheran telah mendesak tetangga regionalnya untuk menghindari membangun hubungan dengan "rezim Zionis," dan menuduh mereka yang melakukannya "mengkhianati" dunia Muslim.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!