Putin, Kaisar Era Baru Rusia

Jum'at, 03 Juli 2020 - 07:02 WIB
Putin dan para pendukungnya bersikeras bahwa rangkaian reformasi konstitusi—yang mencapai 200 amendemen—diperlukan guna menjamin stabilitas nasional. Putin yang kini berusia 67 tahun mengatakan dirinya tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden ketika masa jabatannya berakhir pada 2024. Meski demikian, menurutnya, penting bahwa dirinya punya pilihan untuk mencalonkan diri lagi.

Kepemimpinan Kuat Hadirkan Stabilitas?

Putin selalu membenarkan dirinya dengan mempertahankan rezim politik konservatif. Dia juga selalu mengatakan Rusia selalu menghadapi turbulensi di masa lalu. “Kepemimpinan yang kuat akan menghadirkan stabilitas,” sebut Putin.

Dia menganggap amendemen konstitusi justru akan menjamin stabilitas. Dia juga selalu mengabaikan upaya untuk mencari penggantinya di antara jajaran elite Rusia. Itu dikarenakan dia memang ingin melanjutkan kekuasaannya. (Lihat videonya: Begal Motor Menangis Cium Kaki Ibunya Saat Dijenguk)

“Saya tahu dalam dua tahun ini semua bekerja normal di semua level pemerintahan. Semua mata tertuju kepada siapa yang akan menggantikannya,” kata Putin dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah. Dia justru menyarankan seluruh rakyat untuk tetap bekerja saja. “Tak perlu mencari pengganti saya,” tegasnya.

Dalam pandangan Tatiana Stanovaya, kepala konsultan politik R-Politik, keputusan Putin untuk tetap menggelar referendum di tengah wabah korona menunjukkan gaya politiknya. “Lebih cepat, lebih baik,” kata Stanovaya kepada CBS News. Referendum juga digelar di tengah popularitasnya yang terus merosot. “Dia (Putin) suka menggelar sesuatu dalam mode operasi khusus,” ucapnya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!