Bentrok dengan Azerbaijan, Armenia Minta Bantuan Militer Rusia

Rabu, 14 September 2022 - 01:44 WIB
Menurut kementerian tersebut, Dewan Keamanan Armenia—yang dipimpin oleh perdana menteri dan presiden republik Kaukasus—berkumpul untuk meminta bantuan timbal balik dan perjanjian kerja sama dengan Rusia, yang menjabarkan pertahanan bersama dan bantuan militer jika terjadi agresi terhadap penandatangan perjanjian.

"Diputuskan untuk secara resmi mengajukan ke Federasi Rusia untuk menggunakan ketentuan Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Saling Membantu," lanjut kementerian itu.

Pernyataan kementerian tersebut menambahkan bahwa Armenia juga akan beralih ke blok keamanan yang dipimpin Moskow dari enam bekas republik Soviet, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), serta Dewan Keamanan PBB untuk mendapatkan bantuan.

Kantor berita TASS yang dikelola pemerintah Rusia melaporkan pada Selasa pagi bahwa Armenia telah resmi mengajukan bantuan.

Sebuah video resmi dari Kementerian Pertahanan Armenia menunjukkan upaya pasukan Azerbaijan untuk melintasi perbatasan Armenia-Azerbaijan. Namun, kata kementerian tersebut, upaya itu gagal.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan telah mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Gejolak antara Armenia dan Azerbaijan adalah yang terbaru dari serangkaian laporan baku tembak yang sering terjadi di sepanjang perbatasan bersama mereka sejak akhir perang tahun 2020 antara Yerevan dan Baku atas wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!