Bentrok dengan Azerbaijan, Armenia Minta Bantuan Militer Rusia

Rabu, 14 September 2022 - 01:44 WIB
Para pejabat Armenia mengaitkan bentrokan itu dengan invasi Rusia ke Ukraina dan media pro-pemerintah Azerbaijan berusaha mendiskreditkan 2.000 anggota kontingen penjaga perdamaian Rusia di Nagorno-Karabakh.

Dua negara yang bertetangga itu telah berperang dua kali—pada 1990-an dan 2020—atas wilayah Nagorno-Karabakh, daerah kantong Azerbaijan yang berpenduduk Armenia.

Pertempuran enam minggu pada musim gugur 2020 merenggut lebih dari 6.500 nyawa dan berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Rusia.

Di bawah kesepakatan itu, Armenia menyerahkan sebagian besar wilayah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade dan Moskow mengerahkan sekitar 2.000 penjaga perdamaiannya untuk mengawasi gencatan senjata yang rapuh.

Selama pembicaraan yang dimediasi Uni Eropa di Brussel pada bulan Mei dan April, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan setuju untuk "memajukan diskusi" tentang perjanjian damai di masa depan.

Separatis etnis Armenia di Nagorno-Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1991. Konflik berikutnya merenggut sekitar 30.000 nyawa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!