Sejarah Perang 6 Hari yang Dimenangkan Israel

Senin, 12 September 2022 - 16:15 WIB
Israel mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS), meskipun Israel memang bukan menjadi negara penerima bantuan militer AS. Negara itu tercatat membeli tank dari Inggris dan pesawat asal Prancis di era 1960-an.

Ketika perang berakhir, PBB meminta negara-negara yang berseteru menarik pasukan militernya dari daerah yang berhasil dikuasai Israel.

Sayangnya, usulan PBB tersebut ditolak. Di sisi lain, Israel menyanggupi mengembalikan daerah yang berhasil dikuasainya, seperti Dataran Tinggi Golan, Jalur Gaza, dan Tepi Barat, apabila Israel sudah mengantongi pengakuan sebagai negara dari negara-negara Arab. Namun, syarat itu mendapat penolakan keras.

Dalam pertemuan di bulan Agustus 1967, negara-negara Arab sepakat tidak berdamai dengan Israel. Mereka juga memutuskan enggan melakukan negosiasi dan mengakui adanya Israel.

Namun belakangan, Mesir bisa mendapatkan kembali wilayahnya, Semenanjung Sinai, dari Israel melalui negosiasi.

Secara keseluruhan, Perang Enam Hari ini memang menimbulkan banyak kerugian. Di Mesir, korban perang mencapai 11 ribu orang. Sementara itu, seribu orang korban tercatat di Suriah, 6 ribu di Yordania, dan 600 orang dari pihak Israel.

Perang ini juga menjadi penanda konflik baru antara Israel dan Palestina.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!