Bisa Terjadi Dalam Beberapa Dekade, Dunia Perlu Waspada Pandemi Baru

Kamis, 02 Juli 2020 - 11:12 WIB
Para peneliti itu menyatakan virus yang dibawa babi tersebut dapat menjangkiti manusia. Para peneliti khawatir virus itu bisa bermutasi lebih jauh sehingga bisa menular dengan mudah dari satu orang ke orang lain dan memicu wabah penyakit sedunia. Meskipun penemuan tersebut belum menjadi masalah darurat, menurut para ilmuwan, virus tersebut punya "semua tanda" untuk menular ke manusia sehingga perlu diawasi ketat.

Karena virus ini baru, hanya sedikit manusia atau bahkan tidak ada manusia yang kebal terhadapnya. Pengujian terhadap kekebalan manusia tidak mampu kebal terhadap flu babi variasi baru tersebut. Pengujian darah terhadap pekerja di pemotongan babi menunjukkan 10,4% di antaranya terinfeksi virus tersebut. Tes tersebut juga menunjukkan 4,4% populasi juga bisa terkena infeksi tersebut.

Virus itu telah menular dari hewan ke manusia, tetapi belum ada bukti penularan dari manusia ke manusia. “Menjadi perhatian infeksi manusia virus G4 karena adanya adaptasi manusia dan memunculkan risiko pandemi pada manusia,” demikian ungkap para peneliti.

China memang dikenal sebagai produsen daging babi terbesar di dunia. Setiap tahun, 310 juta babi diternak di China. Para peneliti juga menyarankan agar perlunya pengawasan ketat bagi orang yang bekerja di peternakan babi dan rumah potong babi. “Pengawasan sistematis terhadap virus flu pada babi menjadi peringatan penting dan kesiapan dalam menghadapi potensi pandemi mendatang,” kata para peneliti asal China tersebut.

Pandemi flu terakhir yang dihadapi khalayak dunia—wabah flu babi yang bermula di Meksiko pada 2009—kurang mematikan dari dugaan awal. Salah satu penyebab utamanya, banyak orang tua memiliki kekebalan terhadapnya, mungkin karena virus tersebut mirip dengan virus flu yang beredar bertahun-tahun sebelumnya. Virus tersebut, yang disebut A/H1N1pdm09, kini dapat dilawan dengan vaksin flu tahunan untuk memastikan masyarakat terlindungi. (Lihat videonya: Puluhan Pelanggar Lalu Lintas Tak Pakai Masker Diberi hukuman Berjemur)

Sebelumnya, pandemi virus H1N1 berakhir pada akhir 2008 dan telah menginfeksi 60,8 juta orang di Amerika Serikat (AS) pada 2010. Itu disebut juga sebagai flu babi yang berawal dari babi dan menular manusia. Total secara global kematian akibat H1NI mencapai 151.700 hingga 575.400 orang. Virus H1N1 berbeda dengan wabah flu di mana 85% kematian terjadi pada orang yang lebih muda di bawah usia 65 tahun. Padahal, virus flu umumnya menyebabkan kematian 70-90% pada usia di atas 65 tahun. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!