Kebijakan Glasnost Mikhail Gorbachev Buat Muslim Rusia Bebas Beribadah dan Berpolitik
Jum'at, 02 September 2022 - 19:47 WIB
Tidak seperti perestroika yang merupakan kebijakan pembangunan negara dari sisi ekonomi. Glasnost lebih menekankan pada hubungan sosial dalam pemerintahan.
Dilansir dari time.com, Dalam wawancara dengan TIME Mikhail Gorbachev sempat menjelaskan bahwa "tujuh puluh tujuh persen orang Rusia mengatakan mereka ingin hidup di negara yang bebas dan demokratis," karena itulah dia membentuk glasnost untuk mereka.
Glasnost yang berarti "keterbukaan" ini merupakan kebijakan tentang diskusi terbuka tentang masalah politik dan sosial. Dimana Mikhail Gorbachev pada akhir 1980-an dan memulai demokratisasi Uni Soviet.
Pada akhirnya struktur politik Uni Soviet berubah drastis. kekuatan Partai Komunis berkurang, dan pemilihan multi-kandidat berlangsung.
Kebijakan ini juga mengizinkan kritik terhadap pejabat pemerintah dan memungkinkan media menyebarkan berita dan informasi secara lebih bebas.
Baca: Mikhail Gorbachev: Dipuja Barat, Kontroversial di Negeri Sendiri
Dilansir dari time.com, Dalam wawancara dengan TIME Mikhail Gorbachev sempat menjelaskan bahwa "tujuh puluh tujuh persen orang Rusia mengatakan mereka ingin hidup di negara yang bebas dan demokratis," karena itulah dia membentuk glasnost untuk mereka.
Glasnost yang berarti "keterbukaan" ini merupakan kebijakan tentang diskusi terbuka tentang masalah politik dan sosial. Dimana Mikhail Gorbachev pada akhir 1980-an dan memulai demokratisasi Uni Soviet.
Pada akhirnya struktur politik Uni Soviet berubah drastis. kekuatan Partai Komunis berkurang, dan pemilihan multi-kandidat berlangsung.
Kebijakan ini juga mengizinkan kritik terhadap pejabat pemerintah dan memungkinkan media menyebarkan berita dan informasi secara lebih bebas.
Baca: Mikhail Gorbachev: Dipuja Barat, Kontroversial di Negeri Sendiri
Lihat Juga :