Belum Kantongi Izin AS, Menteri Israel Ragukan Pencaplokan Tepi Barat
Selasa, 30 Juni 2020 - 20:30 WIB
Para pejabat Amerika Serikat (AS) berada di Israel sebagai bagian dari upaya Gedung Putih untuk memenangkan konsensus dimana rencana aneksasi dimasukkan dalam rencana perdamaian Israel-Palestina yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada Januari lalu.
Proposal itu menyerukan kedaulatan Israel atas sekitar 30% dari wilayah Tepi Barat - tanah tempat Israel telah membangun pemukiman selama beberapa dekade - serta penciptaan negara Palestina di bawah kondisi yang ketat.
Palestina mengatakan cetak biru itu akan menjadikan bagi negara itu, di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur, tidak dapat dipertahankan, dan sebagian besar kekuatan dunia memandang permukiman Israel di tanah yang diduduki ilegal. Netanyahu mengatakan orang-orang Yahudi memiliki klaim hukum, sejarah dan moral di Tepi Barat, Yudea dan Samaria menurut Alkitab.
Netanyahu dan mitra pemerintah koalisi utamanya, Menteri Pertahanan Benny Gantz, berselisih soal pencaplokan, yang dipromosikan perdana menteri sayap kanan itu.
Dalam sebuah wawancara dengan situs berita YNet pada hari Selasa, Gantz mengulangi seruannya agar Israel mencoba meminta dukungan Palestina dan internasional untuk rencana Trump sebelum melanjutkan dengan langkah aneksasi unilateral.
Proposal itu menyerukan kedaulatan Israel atas sekitar 30% dari wilayah Tepi Barat - tanah tempat Israel telah membangun pemukiman selama beberapa dekade - serta penciptaan negara Palestina di bawah kondisi yang ketat.
Palestina mengatakan cetak biru itu akan menjadikan bagi negara itu, di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur, tidak dapat dipertahankan, dan sebagian besar kekuatan dunia memandang permukiman Israel di tanah yang diduduki ilegal. Netanyahu mengatakan orang-orang Yahudi memiliki klaim hukum, sejarah dan moral di Tepi Barat, Yudea dan Samaria menurut Alkitab.
Netanyahu dan mitra pemerintah koalisi utamanya, Menteri Pertahanan Benny Gantz, berselisih soal pencaplokan, yang dipromosikan perdana menteri sayap kanan itu.
Dalam sebuah wawancara dengan situs berita YNet pada hari Selasa, Gantz mengulangi seruannya agar Israel mencoba meminta dukungan Palestina dan internasional untuk rencana Trump sebelum melanjutkan dengan langkah aneksasi unilateral.
(ber)
Lihat Juga :