Menteri Kesehatan Ukraina Tuding Rusia Blokir Akses ke Obat-obatan
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 23:53 WIB
Perang di Ukraina telah menyebabkan gangguan parah pada layanan kesehatan yang dikelola negara, yang sedang menjalani reformasi besar, sebagian besar sebagai tanggapan terhadap pandemi virus corona, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menyerang pada 24 Februari.
Baca: Zelensky Perintahkan Pejabat Ukraina Setop Bahas Taktik Militer pada Wartawan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pihaknya mencatat 445 serangan terhadap rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya pada 11 Agustus, yang secara langsung mengakibatkan 86 kematian dan 105 luka-luka.
Tapi, Liashko mengatakan efek sekundernya jauh lebih parah. “Ketika jalan dan jembatan rusak di daerah-daerah yang sekarang dikuasai oleh pasukan Ukraina, sulit untuk membawa seseorang yang mengalami serangan jantung atau stroke ke rumah sakit,” katanya.
“Terkadang, kita tidak bisa tepat waktu, ambulans tidak bisa sampai tepat waktu. Itu sebabnya perang menyebabkan lebih banyak korban (daripada yang tewas dalam pertempuran). Itu angka yang tidak bisa dihitung,” jelasnya.
Baca: Zelensky Perintahkan Pejabat Ukraina Setop Bahas Taktik Militer pada Wartawan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pihaknya mencatat 445 serangan terhadap rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya pada 11 Agustus, yang secara langsung mengakibatkan 86 kematian dan 105 luka-luka.
Tapi, Liashko mengatakan efek sekundernya jauh lebih parah. “Ketika jalan dan jembatan rusak di daerah-daerah yang sekarang dikuasai oleh pasukan Ukraina, sulit untuk membawa seseorang yang mengalami serangan jantung atau stroke ke rumah sakit,” katanya.
“Terkadang, kita tidak bisa tepat waktu, ambulans tidak bisa sampai tepat waktu. Itu sebabnya perang menyebabkan lebih banyak korban (daripada yang tewas dalam pertempuran). Itu angka yang tidak bisa dihitung,” jelasnya.
(esn)
Lihat Juga :