Rencana Kedatangan Kapal Survei China ke Sri Lanka Picu Kekhawatiran
Selasa, 09 Agustus 2022 - 01:20 WIB
Di tengah kekhawatiran bahwa hal itu dapat mempengaruhi hubungan diplomatik Sri Lanka, Kementerian Luar Negeri di Kolombo meminta “tanggal kedatangan kapal Yuan Wang 5 di Hambantota ditunda sampai konsultasi lebih lanjut dilakukan mengenai masalah ini,” menurut sebuah laporan dari The Sunday Morning.
“Samudera Hindia memiliki kepentingan strategis bagi semua negara di kawasan Asia Selatan, dan berlabuhnya kapal mata-mata merupakan ancaman besar bagi keamanan maritim di kawasan itu,” kata Rishad Bathiudeen, mantan Menteri Industri dan Perdagangan Sri Lanka.
Baca: Xi Jinping Tawarkan Dukungan pada Presiden Baru Sri Lanka
“Masuk dan keluarnya kapal apa pun ke perairan teritorial Sri Lanka tidak hanya merupakan masalah kedaulatan dan integritas wilayah Sri Lanka, tetapi juga menimbulkan masalah keamanan bagi negara-negara tetangga lainnya,” lanjut Bathiudeen.
Belt & Road Initiative Sri Lanka, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di negara itu, mengatakan di situs webnya bahwa Yuan Wang 5 akan berada di Hambantota selama seminggu. Menurut perusahaan itu, kapal itu "akan melakukan kontrol satelit dan pelacakan penelitian" di bagian barat laut wilayah Samudra Hindia.
Kedutaan Besar China di Sri Lanka tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Arab News. China adalah salah satu pemberi pinjaman terbesar Sri Lanka dan telah membiayai proyek infrastruktur seperti bandara, jalan, dan kereta api di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan Presiden China Xi Jinping.
“Samudera Hindia memiliki kepentingan strategis bagi semua negara di kawasan Asia Selatan, dan berlabuhnya kapal mata-mata merupakan ancaman besar bagi keamanan maritim di kawasan itu,” kata Rishad Bathiudeen, mantan Menteri Industri dan Perdagangan Sri Lanka.
Baca: Xi Jinping Tawarkan Dukungan pada Presiden Baru Sri Lanka
“Masuk dan keluarnya kapal apa pun ke perairan teritorial Sri Lanka tidak hanya merupakan masalah kedaulatan dan integritas wilayah Sri Lanka, tetapi juga menimbulkan masalah keamanan bagi negara-negara tetangga lainnya,” lanjut Bathiudeen.
Belt & Road Initiative Sri Lanka, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di negara itu, mengatakan di situs webnya bahwa Yuan Wang 5 akan berada di Hambantota selama seminggu. Menurut perusahaan itu, kapal itu "akan melakukan kontrol satelit dan pelacakan penelitian" di bagian barat laut wilayah Samudra Hindia.
Kedutaan Besar China di Sri Lanka tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Arab News. China adalah salah satu pemberi pinjaman terbesar Sri Lanka dan telah membiayai proyek infrastruktur seperti bandara, jalan, dan kereta api di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan Presiden China Xi Jinping.
Lihat Juga :