12 Juta Warga Sudan Hadapi Ancaman Kelaparan Parah

Jum'at, 05 Agustus 2022 - 00:10 WIB
Penilaian gelap itu muncul saat negara Afrika Timur itu terjerumus ke dalam kekacauan sejak kudeta militer pada Oktober. Ini mengubah transisi singkat negara itu ke demokrasi setelah hampir tiga dekade penindasan dan isolasi internasional di bawah pemimpin otokrat Omar Al-Bashir. Pemberontakan rakyat memaksa militer menggulingkan Al-Bashir dan pemerintah sekutu Islamnya pada April 2019.

Pengambilalihan oleh militer juga menggagalkan upaya yang didukung internasional untuk merombak ekonomi yang babak belur dan menghentikan miliaran bantuan dari Barat dan lembaga keuangan global.

Baca: Korban Tewas Protes Anti Kudeta di Sudan Capai 100 Orang

"Sebagian besar dari mereka yang menderita kelaparan akut berada di ibu kota, Khartoum, wilayah Darfur dan provinsi Kassala dan Nil Putih, yang paling parah dilanda konflik dan penurunan ekonomi," sebut pernyataan OCHA.

Dilaporkan pula, sekitar 4 juta anak di bawah usia 5 tahun dan wanita hamil dan menyusui diperkirakan mengalami kekurangan gizi akut dan membutuhkan nutrisi penyelamat hidup kemanusiaan. Angka tersebut termasuk 618.950 anak balita dengan gizi buruk akut, di antaranya sekitar 93.000 menderita komplikasi medis dan membutuhkan perawatan khusus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!