Sukses Rusak Jembatan Vital, Ukraina ke Rusia: Mundur Atau Dimusnahkan dari Kherson

Kamis, 28 Juli 2022 - 00:12 WIB
Seorang penasihat senior presiden untuk Volodymyr Zelenskiy, Anton Gerashchenko, mengutip angkatan bersenjata Ukraina dalam pembaruan yang diposting pada Rabu pagi: “(Sistem rudal) HIMARS memberikan pukulan kuat lainnya ke salah satu dari dua jembatan, yang digunakan oleh penjajah untuk transfer pasukan secara besar-besaran. Mari berharap kali ini Jembatan Antonivskiy tidak akan menahan kekuatan serangan rudal HIMARS.”

Wakil Kepala otoritas regional yang didirikan Rusia di Kherson, Kirill Stremousov, berbicara dengan media Rusia pada Rabu pagi, membenarkan bahwa jembatan itu ditembaki tetapi mengklaim bahwa jembatan itu masih berdiri.

Difilmkan berdiri di satu sisi jembatan dengan jaket antipeluru, Stermousov berkata: “Seperti yang Anda lihat, pergerakan di atas jembatan telah ditangguhkan. Memang, malam ini ada serangan oleh HIMARS.”

Menanggapi serangan di jembatan itu, blogger militer Rusia, beberapa di antaranya menjadi lebih kritis terhadap perilaku perang Kremlin, menggarisbawahi masalah yang dihadapi pasukan Rusia di wilayah Kherson.

Di antara mereka adalah saluran Telegram Voennyi Osvedomtel (informan militer), yang memiliki pengikut 450.000 orang.

“Serangan berulang oleh angkatan bersenjata Ukraina telah menyebabkan – sejauh ini – kegagalan sementara Jembatan Antonivskiy, memaksa pembangunan penyeberangan feri dan ponton sebagai alternatif," katanya.

“Ada dua masalah di sini. Pertama, konsekuensi penembakan jembatan memiliki efek kumulatif, yaitu, setiap serangan berikutnya menghasilkan lebih banyak kerusakan daripada yang sebelumnya...Kedua, alternatif dalam bentuk ponton/feri jauh lebih rentan terhadap tembakan musuh," sambungnya.

Baca juga: Rezim Putin Dituding Buru Jurnalis Demi Muluskan Penjajahan di Ukraina

“Kami terpaksa menyimpulkan bahwa masalah dengan upaya angkatan bersenjata Ukraina yang sedang berlangsung untuk memutus kelompok tepi kanan (pasukan Rusia) dari pasokan tidak diselesaikan,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!