Meski Bersitegang, Korsel Akan Cabut Larangan TV dan Surat Kabar Korut
Jum'at, 22 Juli 2022 - 20:58 WIB
Pejabat kementerian mengatakan Korsel akan memulai dengan mengizinkan akses ke siaran Korut untuk mencoba mendorong Pyongyang mengambil langkah serupa. Kementerian menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut, mengatakan rencana itu masih didiskusikan dengan otoritas terkait di Korsel seperti dikutip dari Associated Press.
Jeon Young-sun, seorang profesor riset di Universitas Konkuk Seoul, mengatakan Korut tidak mungkin membalas karena aliran konten budaya dan media Korsel akan menimbulkan ancaman yang sangat besar bagi kepemimpinan otoriternya.
Terlepas dari kemungkinan keengganan Korut untuk membalas, Jeon mengatakan Korsel perlu melonggarkan larangannya terhadap media Korut karena pembatasan telah menyebabkan ketergantungan pada orang asing dan pemerintah lain untuk mengumpulkan informasi terkait Korut. Jeon mengatakan bahwa telah meningkatkan bahaya memperoleh informasi yang menyimpang tentang Korut.
Tidak jelas bagaimana para aktivis anti-Korut di Korsel akan bereaksi terhadap langkah pemerintah tersebut. Jeon mengatakan ada sedikit kemungkinan langkah itu akan mempromosikan sentimen pro-Korut.
Beberapa pengamat mengatakan larangan itu harus dicabut dalam proses langkah demi langkah dengan diskusi tentang konten Korut apa yang akan diizinkan terlebih dahulu dan bagaimana akses harus diberikan kepada publik Korsel.
Baca juga: Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir
Jeon Young-sun, seorang profesor riset di Universitas Konkuk Seoul, mengatakan Korut tidak mungkin membalas karena aliran konten budaya dan media Korsel akan menimbulkan ancaman yang sangat besar bagi kepemimpinan otoriternya.
Terlepas dari kemungkinan keengganan Korut untuk membalas, Jeon mengatakan Korsel perlu melonggarkan larangannya terhadap media Korut karena pembatasan telah menyebabkan ketergantungan pada orang asing dan pemerintah lain untuk mengumpulkan informasi terkait Korut. Jeon mengatakan bahwa telah meningkatkan bahaya memperoleh informasi yang menyimpang tentang Korut.
Tidak jelas bagaimana para aktivis anti-Korut di Korsel akan bereaksi terhadap langkah pemerintah tersebut. Jeon mengatakan ada sedikit kemungkinan langkah itu akan mempromosikan sentimen pro-Korut.
Beberapa pengamat mengatakan larangan itu harus dicabut dalam proses langkah demi langkah dengan diskusi tentang konten Korut apa yang akan diizinkan terlebih dahulu dan bagaimana akses harus diberikan kepada publik Korsel.
Baca juga: Seoul Minta China-Rusia Bujuk Korut Batalkan Uji Coba Nuklir
Lihat Juga :