Paspor Jepang Terkuat di Dunia, Rusia Melorot ke Peringkat 50
Jum'at, 22 Juli 2022 - 01:00 WIB
Dalam siaran persnya, Henley & Partners juga mengatakan bahwa pemegang paspor Rusia “lebih terputus dari seluruh dunia daripada sebelumnya”. “Sanksi, larangan perjalanan, dan penutupan wilayah udara telah membatasi warga Rusia untuk mengakses semua negara, kecuali beberapa tujuan di Asia dan Timur Tengah,” sebut pernyataan perusahaan itu, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Paspor Rusia berada di urutan ke-50 dalam indeks, dengan skor bebas visa atau bebas visa pada saat kedatangan 119. Sementara itu, paspor Ukraina berada di peringkat ke-35, dengan pemegangnya dapat mengakses 144 tujuan di seluruh dunia tanpa memerlukan visa terlebih dahulu. Ini merupakan peningkatan dari peringkat 38 tahun lalu.
Baca: Warga Super Kaya AS Berburu Paspor Emas di Negara Lain, Ini Alasannya
“Berbeda dengan pembatasan ketat yang ditempatkan pada pemegang paspor Rusia, warga Ukraina yang terlantar akibat invasi telah diberikan hak untuk tinggal dan bekerja di (Uni Eropa) hingga tiga tahun di bawah rencana darurat sebagai tanggapan atas apa yang telah menjadi yang terbesar di Eropa. krisis pengungsi abad ini,” jelas Henley & Partners.
Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dan konflik tersebut telah menyebabkan ribuan orang tewas, kota-kota hancur dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. “Hasil terbaru dari Henley Passport Index jika dibandingkan dengan perdamaian global menunjukkan “korelasi kuat” antara kekuatan paspor suatu negara dan kedamaiannya,” lanjut pernyataan Henley & Partners.
Paspor Rusia berada di urutan ke-50 dalam indeks, dengan skor bebas visa atau bebas visa pada saat kedatangan 119. Sementara itu, paspor Ukraina berada di peringkat ke-35, dengan pemegangnya dapat mengakses 144 tujuan di seluruh dunia tanpa memerlukan visa terlebih dahulu. Ini merupakan peningkatan dari peringkat 38 tahun lalu.
Baca: Warga Super Kaya AS Berburu Paspor Emas di Negara Lain, Ini Alasannya
“Berbeda dengan pembatasan ketat yang ditempatkan pada pemegang paspor Rusia, warga Ukraina yang terlantar akibat invasi telah diberikan hak untuk tinggal dan bekerja di (Uni Eropa) hingga tiga tahun di bawah rencana darurat sebagai tanggapan atas apa yang telah menjadi yang terbesar di Eropa. krisis pengungsi abad ini,” jelas Henley & Partners.
Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari dan konflik tersebut telah menyebabkan ribuan orang tewas, kota-kota hancur dan jutaan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. “Hasil terbaru dari Henley Passport Index jika dibandingkan dengan perdamaian global menunjukkan “korelasi kuat” antara kekuatan paspor suatu negara dan kedamaiannya,” lanjut pernyataan Henley & Partners.
Lihat Juga :