Lavrov: AS-Inggris Ingin Rusia Berperang dengan Eropa

Rabu, 20 Juli 2022 - 17:16 WIB
Rusia meluncurkan operasi militernya ke negara tetangganya itu pada akhir Februari. Banyak negara, termasuk anggota NATO, memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Moskow dan telah memasok senjata berat ke Kiev. Pengiriman terbaru termasuk peluncur roket ganda M142 HIMARS buatan AS dan howitzer M777.

Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengatakan bahwa Rusia harus mengalami "kegagalan strategis" di Ukraina dan berjanji akan lebih banyak mendukung Kiev.

Lavrov mengklaim bahwa AS dan Inggris "diuntungkan" dari konflik antara Rusia dan Eropa karena ekonomi negara-negara Uni Eropa menanggung beban sanksi. Dia menambahkan bahwa AS telah bertindak “tidak bertanggung jawab” dengan memicu ketegangan dengan Rusia.

"Saya pikir mereka masih belum menyadari bahwa mereka memainkan permainan yang sangat berbahaya. Tetapi banyak orang di Eropa mulai memahami itu," ujar Lavrov.

Baca juga: Ukraina Makin PeDe, Ancam Hancurkan Armada Laut Hitam Rusia dengan Senjata Barat

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan alasan kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberi wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus di dalam negara Ukraina. Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!