Israel Minta Restu AS untuk Kirim Senjata Laser ke Negara-negara Arab

Rabu, 29 Juni 2022 - 12:32 WIB
Pada Minggu (26/62022), Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, mengutip sumber-sumber AS dan Timur Tengah, bahwa Pentagon telah menyelenggarakan pertemuan diam-diam di Sharm El Sheikh, Mesir pada Maret untuk membahas cara-cara meningkatkan kerja sama pertahanan udara melawan rudal balistik dan drone Iran.

Baca juga: 10 Perkembangan Terbaru Pria Hindu Dibunuh karena Dukung Penghina Nabi Muhammad

Pertemuan itu dikatakan dipimpin Kepala Komando Pusat AS saat itu Frank McKenzie, dan dihadiri komandan militer tinggi dari Israel dan negara-negara Arab yang diundang.

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Benny Gantz, yang mengumumkan pembentukan aliansi pertahanan udara regional anti-Iran pekan lalu, tampaknya mengisyaratkan kebenaran laporan WSJ pada Senin, dengan mengatakan, “Israel sedang membangun kemitraan luas dengan negara-negara tambahan di kawasan itu untuk memastikan Timur Tengah yang aman, stabil dan makmur, antara lain, ini juga termasuk pertahanan udara.”

“Kami akan memperkuat ini, karena Timur Tengah yang stabil adalah kepentingan tertinggi internasional, regional dan Israel,” papar Gantz.

Militer Iran juga tampaknya mengeluarkan tanggapan tidak langsung terhadap laporan WSJ, dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mohammad Bagheri memperingatkan pada Senin bahwa Teheran “tidak akan mentolerir” ancaman yang ditimbulkan Israel dan kerjasamanya dengan CENTCOM, dan “pasti akan bereaksi terhadap mereka.”

Israel telah lama menggembar-gemborkan kemampuan canggih yang disebut-sebut sebagai sistem pertahanan udara berbasis laser Iron Beam, prototipe yang diluncurkan tahun lalu.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan senjata "pengubah permainan" akan mengubah keseimbangan menguntungkan Israel, dengan perkiraan biaya listrik USD2 yang dibutuhkan per ledakan untuk mencegat roket musuh hanya setetes ember dibandingkan dengan puluhan ribu dolar biaya pembuatan roket.

Bennett menyatakan harapan bahwa sistem laser akan online pada 2023.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!