AS akan Kirim Rudal Kendali Berat ke Ukraina, Bisa Kenai Target 70 Km
Rabu, 15 Juni 2022 - 14:25 WIB
Rudal Guided Missile Rocket System (GMLRS) ditembakkan dari sistem peluncur oleh militer AS. Foto/edrmagazine.eu
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengirim rudal berpemandu berat ke Ukraina dengan jangkauan 70 km untuk digunakan dengan beberapa peluncur roket HIMARS.
Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan AS Colin Kahl mengungkapkan hal itu pada Selasa (14/6/2022).
Gedung Putih sebelumnya mengatakan peluncur HIMARS akan dilengkapi dengan "amunisi medan perang", yang secara luas dipahami sebagai roket terarah dengan jangkauan yang lebih pendek.
Baca juga: Terpukul Dampak Perang, Ukraina Ajukan Utang ke Israel Senilai Rp7 Triliun
“Sistem roket artileri mobilitas tinggi akan datang dengan roket berpemandu GMLRS,” ungkap Kahl pada Selasa, berbicara di konferensi yang diselenggarakan Center for New American Security (CNAS), think tank terkait Partai Demokrat tempat dia dulu bekerja.
Baca juga: NATO Janjikan Lebih Banyak Senjata Berat untuk Ukraina
“Kadang-kadang ketika Anda melihat gambar MLRS yang ditembakkan, itu seperti salvo beberapa roket yang meledak pada saat yang bersamaan. Itu benar-benar bukan bagaimana sistem ini dimaksudkan untuk beroperasi,” ujar Kahl.
Baca juga: Ajudan Zelensky Ungkap Alasan Ukraina Pilih Perang Kota
Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan AS Colin Kahl mengungkapkan hal itu pada Selasa (14/6/2022).
Gedung Putih sebelumnya mengatakan peluncur HIMARS akan dilengkapi dengan "amunisi medan perang", yang secara luas dipahami sebagai roket terarah dengan jangkauan yang lebih pendek.
Baca juga: Terpukul Dampak Perang, Ukraina Ajukan Utang ke Israel Senilai Rp7 Triliun
“Sistem roket artileri mobilitas tinggi akan datang dengan roket berpemandu GMLRS,” ungkap Kahl pada Selasa, berbicara di konferensi yang diselenggarakan Center for New American Security (CNAS), think tank terkait Partai Demokrat tempat dia dulu bekerja.
Baca juga: NATO Janjikan Lebih Banyak Senjata Berat untuk Ukraina
“Kadang-kadang ketika Anda melihat gambar MLRS yang ditembakkan, itu seperti salvo beberapa roket yang meledak pada saat yang bersamaan. Itu benar-benar bukan bagaimana sistem ini dimaksudkan untuk beroperasi,” ujar Kahl.
Baca juga: Ajudan Zelensky Ungkap Alasan Ukraina Pilih Perang Kota
Lihat Juga :