AS akan Kirim Rudal Kendali Berat ke Ukraina, Bisa Kenai Target 70 Km

Rabu, 15 Juni 2022 - 14:25 WIB
“GMLRS adalah amunisi berpemandu presisi, dan yang besar, amunisi seberat 500 pon,” papar dia.

“Pikirkan GMLRS lebih seperti efek serangan udara daripada meluncurkan seluruh salvo. Jadi, dengan kata lain, Anda dapat melakukan banyak hal dengan sedikit, atau Anda tidak perlu banyak untuk memiliki efek yang signifikan,” tutur dia.

Ketika Gedung Putih pertama kali mengumumkan akan mengirim peluncur HIMARS ke Ukraina pada 1 Juni, dikatakan mereka akan dipersenjatai dengan “munisi medan perang,” yang secara luas diartikan sebagai roket rentetan dengan jangkauan antara 32 km dan 60 km, mengingat HIMARS juga mampu meluncurkan proyektil balistik dengan jangkauan hingga 300 km.

“Jangkauan tidak tergantung pada sistem itu sendiri, tetapi pada rudal yang digunakan,” ungkap Presiden Rusia Vladimir Putin dalam wawancara TV awal bulan ini.

Putin menambahkan, “Jika AS mengirim roket jarak jauh, Rusia akan menarik kesimpulan yang tepat dan gunakan senjata kami, yang kami punya cukup, untuk menyerang objek yang belum kami serang.”

Meskipun AS pada awalnya menjanjikan empat peluncur dan mengatakan mereka telah "diposisikan sebelumnya" di Eropa, mereka belum mencapai Ukraina, menurut Pentagon.

“Kelompok pertama artileri Ukraina saat ini sedang menyelesaikan pelatihan mereka tentang peluncur itu,” papar Kahl.

Peluncur HIMARS dilengkapi dengan satu pod yang dapat membawa enam roket GMLRS, menurut pembuatnya, Lockheed Martin.

Peluncur M270, yang dijanjikan Inggris ke Ukraina, membawa dua pod untuk menggandakan muatan. Kahl tidak mengatakan berapa banyak roket yang dikirim AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!