AS akan Kirim Rudal Kendali Berat ke Ukraina, Bisa Kenai Target 70 Km
Rabu, 15 Juni 2022 - 14:25 WIB
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, sejak awal konflik, Ukraina telah kehilangan lebih dari 500 sistem peluncuran roket dan lebih dari 1.900 artileri.
Kiev telah meminta sekutunya di Barat untuk menyediakan lebih banyak senjata dan amunisi.
“Kami akan memberikan Ukraina apa yang mereka butuhkan untuk menuntut target di dalam wilayah Ukraina yang ingin mereka kejar,” ujar Kahl di akhir sambutannya tentang HIMARS.
Pada Senin, pihak berwenang di Republik Rakyat Donetsk melaporkan penembakan Ukraina terberat sejak 2015, dengan serangan "tanpa pandang bulu" di kota Donetsk yang mengakibatkan lima korban jiwa dan hampir 40 warga sipil cedera.
“Di antara peluru yang masuk adalah amunisi 155 mm yang digunakan howitzer yang diberikan ke Ukraina oleh AS dan sekutu NATO lainnya,” papar pihak berwenang di Republik Donbass, yang meminta bantuan militer tambahan dari Rusia.
Moskow mengutuk penembakan terhadap warga sipil Donbass sebagai "benar-benar barbar."
Seorang juru bicara Sekjen PBB menyebut, “Penembakan di rumah sakit bersalin di Donetsk sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional."
Kiev telah meminta sekutunya di Barat untuk menyediakan lebih banyak senjata dan amunisi.
“Kami akan memberikan Ukraina apa yang mereka butuhkan untuk menuntut target di dalam wilayah Ukraina yang ingin mereka kejar,” ujar Kahl di akhir sambutannya tentang HIMARS.
Pada Senin, pihak berwenang di Republik Rakyat Donetsk melaporkan penembakan Ukraina terberat sejak 2015, dengan serangan "tanpa pandang bulu" di kota Donetsk yang mengakibatkan lima korban jiwa dan hampir 40 warga sipil cedera.
“Di antara peluru yang masuk adalah amunisi 155 mm yang digunakan howitzer yang diberikan ke Ukraina oleh AS dan sekutu NATO lainnya,” papar pihak berwenang di Republik Donbass, yang meminta bantuan militer tambahan dari Rusia.
Moskow mengutuk penembakan terhadap warga sipil Donbass sebagai "benar-benar barbar."
Seorang juru bicara Sekjen PBB menyebut, “Penembakan di rumah sakit bersalin di Donetsk sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional."
(sya)
Lihat Juga :