China Tak Percaya Jatuhkan Sanksi ke Rusia Bisa Bantu Selesaikan Konflik

Selasa, 14 Juni 2022 - 00:30 WIB
Baca: AS Ternyata Bergantung pada China dan Rusia untuk Bisa Produksi Senjata

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari silam, banyak pihak yang mendesak China untuk ikut mengecam invasi Rusia tersebut dan turut menjatuhkan sanksi pada Moskow. Namun, Beijing bergeming dan tak pernah mengeluarkan kecaman atas serangan Rusia ke wilayah Ukraina.

Hubungan Beijing dan Moskow justru bertambah erat, dengan dibukanya jembatan yang menghubungkan kedua negara pekan lalu. Jembatan lintas batas baru dibuka di timur jauh pada Jumat (10/6/2022). Keberadaan jembatan ini diharapkan akan lebih meningkatkan perdagangan Rusia-China.

Jembatan yang menghubungkan kota Blagoveshchensk di Rusia ke kota Heihe di China di seberang sungai Amur - yang dikenal di China sebagai Heilongjiang - panjangnya hanya lebih dari 1 km dan menelan biaya 19 miliar rubel (USD342 juta), kantor berita RIA melaporkan.

Pihak berwenang Rusia mengatakan, jembatan itu akan mendekatkan Moskow dan Beijing dengan meningkatkan perdagangan, setelah mereka mengumumkan kemitraan "tanpa batas" pada Februari, tak lama sebelum Presiden Vladimir Putin mengirim pasukannya ke Ukraina.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!