Ukraina Tuding Rusia Mainkan Hunger Games, Krisis Pangan Mengancam Dunia

Jum'at, 03 Juni 2022 - 16:17 WIB
Pelabuhan Mariupol yang jadi jalur pengiriman pangan kini dikuasai pasukan Republik Donetsk dan militer Rusia. Foto/sputnik
KIEV - Pemerintah Ukraina marah dan menuduh militer Rusia terus memblokade pelabuhan-pelabuhan dagang.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menuduh Rusia memainkan “hunger games” yang mengancam dunia dengan bencana kelaparan pada setidaknya 400 juta orang.



Pasalnya, selama ini Ukraina merupakan penyuplai bahan makanan berupa gandum, sereal, jagung, dan minyak bunga matahari kepada 400 juta orang di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, dan Asia.

Baca juga: Soal Kemustahilan Perang Nuklir, Medvedev: Mereka Selalu Salah!

Kuleba melontarkan kecaman tersebut dalam postingnya di Twitter. Dia juga mengatakan PBB dan Ukraina sedang mengerjakan "operasi" untuk memastikan rute perdagangan guna mengangkut bahan pangan dengan aman ke luar negeri.

Baca juga: AS Sudah Susun Rencana Jika Terjadi Kiamat atau Perang Nuklir, Apa Saja Isinya?

Dia mengecam Rusia karena terus mempertahankan blokade laut sambil menyalahkan Ukraina atas ancaman kekurangan pangan yang ada.

Baca juga: Inilah Kehebatan Artileri Roket HIMARS yang Dikirim AS ke Ukraina

"Rusia memainkan hunger games dengan dunia dengan cara memblokir ekspor makanan Ukraina dengan satu tangan dan mencoba mengalihkan kesalahan pada Ukraina dengan tangan lainnya," tulis Kuleba.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga berkali-kali memperingatkan lebih dari 20 juta ton biji-bijian tertahan di negara itu.

Bahan pangan yang segera membusuk jika tidak cepat dikirim itu berpotensi menyebabkan kekurangan pangan di seluruh dunia dan menaikkan harga.

Zelensky juga telah berulang kali menuduh Rusia telah merampok persediaan pangan Ukraina selama invasi militer mereka, dan kini menambah kesengsaraan tidak hanya pada warga Ukraina, melainkan pada penduduk di berbagai belahan dunia lainnya dengan memblokade laut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!