Zonk! Tentara Jerman Tidak Punya Senjata yang Dijanjikan untuk Ukraina
Kamis, 02 Juni 2022 - 05:56 WIB
Sistem IRIS-T SLM juga sebelumnya telah dikirim ke Swedia. Bundeswehr dilaporkan hanya mempertimbangkan pengadaannya tetapi sejauh ini belum mencapai kesepakatan seperti itu dengan Diehl.
Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan kepada parlemen bahwa rencana pengiriman sistem pertahanan udara ke Ukraina akan “memakan waktu, berbulan-bulan.”
Dia juga menambahkan bahwa sistem yang diproduksi oleh Diehl pada awalnya ditujukan untuk "negara lain."
Tabloid Jerman Bild melaporkan pada pertengahan Mei bahwa sistem IRIS-T SLM dapat digunakan oleh Ukraina sekitar bulan November. Berlin terus memasok senjata ringan, rudal anti-tank, dan amunisi ke Kiev sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina.
Baca juga: Pasok Senjata Berat, Rusia Peringatkan Risiko Konflik Langsung dengan AS
Namun demikian, Scholz telah menghadapi kritik di dalam negeri atas keengganannya untuk memasok Ukraina dengan senjata yang lebih berat yang telah berulang kali diminta oleh Kiev.
Pada hari Rabu, Scholz menggembar-gemborkan catatannya dalam memberikan bantuan militer ke Kiev dan menyebut keputusan mematahkan tradisi Jerman untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik "berani."
Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan kepada parlemen bahwa rencana pengiriman sistem pertahanan udara ke Ukraina akan “memakan waktu, berbulan-bulan.”
Dia juga menambahkan bahwa sistem yang diproduksi oleh Diehl pada awalnya ditujukan untuk "negara lain."
Tabloid Jerman Bild melaporkan pada pertengahan Mei bahwa sistem IRIS-T SLM dapat digunakan oleh Ukraina sekitar bulan November. Berlin terus memasok senjata ringan, rudal anti-tank, dan amunisi ke Kiev sejak dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina.
Baca juga: Pasok Senjata Berat, Rusia Peringatkan Risiko Konflik Langsung dengan AS
Namun demikian, Scholz telah menghadapi kritik di dalam negeri atas keengganannya untuk memasok Ukraina dengan senjata yang lebih berat yang telah berulang kali diminta oleh Kiev.
Pada hari Rabu, Scholz menggembar-gemborkan catatannya dalam memberikan bantuan militer ke Kiev dan menyebut keputusan mematahkan tradisi Jerman untuk tidak mengirim senjata ke zona konflik "berani."
(ian)
Lihat Juga :