Penembakan Massal Kembali Terjadi di AS, Biden: Saya Muak!
Rabu, 25 Mei 2022 - 17:43 WIB
“Saya muak dan lelah karenanya. Kita harus bertindak,” tegas Biden seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (25/5/2022).
Biden berbicara tak lama setelah menempuh perjalanan selama 17 jam untuk kembali ke AS dari Asia, di mana ia telah diberitahu tentang pembantaian yang terjadi pada Selasa pagi waktu setempat.
Dia menunjukkan bahwa negara-negara lain juga memiliki masalah kesehatan mental dan perselisihan domestik, tetapi jarang memiliki masalah penembakan massal seperti itu yang menunjukkan bahwa masalahnya adalah kepemilikan senjata.
“Mengapa kita rela hidup dengan pembantaian ini?” kata Biden. "Sudah waktunya untuk mengubah rasa sakit ini menjadi tindakan," serunya.
Baca juga: KJRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di SD Texas
Biden telah menyerukan kontrol senjata hampir sejak awal kepresidenannya. Dalam pidato pada Februari 2021, pada peringatan ketiga pembantaian di sebuah sekolah menengah Parkland, Florida, Biden menyerukan larangan “senjata serbu” dan mengutuk “produsen senjata yang dengan sengaja menempatkan senjata perang di jalan-jalan kita.”
Biden berbicara tak lama setelah menempuh perjalanan selama 17 jam untuk kembali ke AS dari Asia, di mana ia telah diberitahu tentang pembantaian yang terjadi pada Selasa pagi waktu setempat.
Dia menunjukkan bahwa negara-negara lain juga memiliki masalah kesehatan mental dan perselisihan domestik, tetapi jarang memiliki masalah penembakan massal seperti itu yang menunjukkan bahwa masalahnya adalah kepemilikan senjata.
“Mengapa kita rela hidup dengan pembantaian ini?” kata Biden. "Sudah waktunya untuk mengubah rasa sakit ini menjadi tindakan," serunya.
Baca juga: KJRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan di SD Texas
Biden telah menyerukan kontrol senjata hampir sejak awal kepresidenannya. Dalam pidato pada Februari 2021, pada peringatan ketiga pembantaian di sebuah sekolah menengah Parkland, Florida, Biden menyerukan larangan “senjata serbu” dan mengutuk “produsen senjata yang dengan sengaja menempatkan senjata perang di jalan-jalan kita.”
Lihat Juga :