Sebanyak 12 Juta Selebaran Kemarahan Korut Siap 'Bombardir' Korsel

Senin, 22 Juni 2020 - 12:33 WIB
Menurut laporan AFP yang mengutip para analis, Pyonygang telah melakukan serangkaian provokasi bertahap yang bertujuan memaksa konsesi dari Seoul dan Washington terkait pembicaraan denuklirisasi yang telah terhenti.

Salah satu selebaran yang ditampilkan di surat kabar Korea Utara, Rodong Sinmun, memuat gambar Presiden Korea Selatan Moon Jae-in minum dari cangkir dan menuduhnya telah memakan semuanya, termasuk perjanjian Korea Utara-Korea Selatan.

Kedua Korea dan Korea Selatan dulu biasa mengirim selebaran propaganda satu sama lain, tetapi sepakat untuk menghentikannya termasuk siaran loudspeaker di sepanjang perbatasan. Kesepakatan itu tercapai dalam Deklarasi Panmunjom yang ditandatangani Moon dan Kim pada pertemuan puncak pertama mereka tahun 2018. (Baca juga: Korut Bersikukuh Akan Balas Dendam kepada Korsel )

Beberapa hari lalu, Seoul mengumumkan akan melarang pengiriman selebaran oleh para pembelot Pyongyang yang berada di Korea Selatan ke wilayah Korea Utara. Pemerintah Moon bahkan mengancam akan menuntut dua kelompok pembelot atas kampanye pengiriman selebaran propaganda yang telah menyinggung rezim Kim Jong-un.

Kedua Korea secara teknis tetap berperang karena Perang Korea berakhir tahun 1953 dengan gencatan senjata, bukan dengan perjanjian damai.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!