Singapura Eksekusi Pria Malaysia Penderita Cacat Mental Terpidana Kasus Narkoba
Rabu, 27 April 2022 - 15:35 WIB
Saudaranya Navin Kumar (22) mengatakan kepada Reuters bahwa eksekusi telah dilakukan. Dia mengatakan jenazah akan dikirim kembali ke Malaysia untuk pemakaman akan dilakukan di kota Ipoh seperti dikutip dari The National, Rabu (27/4/2022).
Sekitar 300 orang menyalakan lilin di taman Singapura pada hari Senin untuk memprotes rencana eksekusi tersebut.
Kelompok anti hukuman mati Reprieve menyebut eksekusi itu sebagai "kematian keadilan yang tragis". Dikatakan pengadilan itu bisa menjadi "momen penting" untuk oposisi terhadap hukuman mati di Singapura.
Sebuah peringatan juga diadakan di luar Komisi Tinggi Singapura di Kuala Lumpur pada Selasa malam untuk memohon grasi, dengan seorang pemrotes membawa plakat bertuliskan "Singapore spare Nagaenthran the jerat".
Baca juga: Surat PM Malaysia Tak Digubris, Singapura Tetap Akan Gantung Pria Penderita Cacat Mental
"Kami sangat sedih atas kekejaman yang luar biasa ini," kata Amnesty International Malaysia di Twitter, menyerukan perjuangan melawan hukuman mati untuk terus diingatnya.
Kasus Nagaenthran menarik perhatian dunia, dengan sekelompok pakar PBB dan miliarder Inggris Richard Branson bergabung dengan perdana menteri Malaysia dan aktivis hak asasi manusia untuk mendesak Singapura meringankan hukumannya.
Sekitar 300 orang menyalakan lilin di taman Singapura pada hari Senin untuk memprotes rencana eksekusi tersebut.
Kelompok anti hukuman mati Reprieve menyebut eksekusi itu sebagai "kematian keadilan yang tragis". Dikatakan pengadilan itu bisa menjadi "momen penting" untuk oposisi terhadap hukuman mati di Singapura.
Sebuah peringatan juga diadakan di luar Komisi Tinggi Singapura di Kuala Lumpur pada Selasa malam untuk memohon grasi, dengan seorang pemrotes membawa plakat bertuliskan "Singapore spare Nagaenthran the jerat".
Baca juga: Surat PM Malaysia Tak Digubris, Singapura Tetap Akan Gantung Pria Penderita Cacat Mental
"Kami sangat sedih atas kekejaman yang luar biasa ini," kata Amnesty International Malaysia di Twitter, menyerukan perjuangan melawan hukuman mati untuk terus diingatnya.
Kasus Nagaenthran menarik perhatian dunia, dengan sekelompok pakar PBB dan miliarder Inggris Richard Branson bergabung dengan perdana menteri Malaysia dan aktivis hak asasi manusia untuk mendesak Singapura meringankan hukumannya.