Perpecahan AS dan Arab Saudi Semakin Jauh Sejak Rusia Serang Ukraina
Rabu, 20 April 2022 - 11:53 WIB
Menurut WSJ, “Kepentingan komersial dan politik Riyadh telah berubah secara signifikan setelah Saudi menjadi pemasok minyak terbesar ke China dan berhenti menjual minyak sebanyak yang telah mereka lakukan selama beberapa dekade.”
Baca juga: AS Menahan 5.071 Warga Ukraina di Perbatasan, Ini Alasannya
“Saat ini, pemerintahan Biden tidak meminta Saudi untuk memompa lebih banyak minyak tetapi untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang akan merugikan upaya Barat di Ukraina,” ujar seorang pejabat senior AS.
Baca juga: Donbass Memanas, Ukraina Terima Dukungan Pesawat dari Sekutu AS
Pejabat Saudi mengatakan mereka percaya risiko utama bagi Amerika Serikat terletak pada keselarasan Riyadh dengan China dan Rusia, menurut laporan itu.
Baca juga: AS Menahan 5.071 Warga Ukraina di Perbatasan, Ini Alasannya
“Saat ini, pemerintahan Biden tidak meminta Saudi untuk memompa lebih banyak minyak tetapi untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang akan merugikan upaya Barat di Ukraina,” ujar seorang pejabat senior AS.
Baca juga: Donbass Memanas, Ukraina Terima Dukungan Pesawat dari Sekutu AS
Pejabat Saudi mengatakan mereka percaya risiko utama bagi Amerika Serikat terletak pada keselarasan Riyadh dengan China dan Rusia, menurut laporan itu.
Lihat Juga :