Selesaikan Konflik dengan Damai, Rusia Minta China-India Berdialog

Jum'at, 19 Juni 2020 - 09:00 WIB
Dalam sebuah pernyataannya pada percakapan telepon, Pemerintah India menuduh tentara China berusaha membangun infrastruktur di batas wilayah India yang paling penting dan strategis, yaitu Lembah Galwan. India memandang serangan China sebagai aksi terencana dan secara langsung, bertanggung jawab atas kekerasan dan jatuhnya korban sehingga mendesak Beijing untuk mengambil langkah perbaikan. Pernyataan itu menyimpulkan bahwa tak ada pihak yang akan mengambil tindakan untuk membuat situasi semakin memanas.

Sementara itu, Wang mengungkapkan, China sekali lagi menyatakan protes keras pada India dan meminta India melakukan investigasi secara menyeluruh. Beijing juga akan menghentikan semua tindakan provokasi untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi. "Masing-masing pihak harus menyelesaikan perselisihan ini melalui dialog, dan menjaga perbatasan tetap aman dan tenang," kata Wang.

China tidak mengumumkan korban yang jatuh dari pihaknya. Namun, laporan yang tak dapat dikonfirmasi dalam pemberitaan media di India mengatakan, sedikitnya 40 tentara China tewas dalam peristiwa itu. Sejumlah tentara India juga diyakini masih hilang. (Baca juga: Nekat Menculik, PSK Kalimalang Akui Kangen dengan Anak)

Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, kematian tentaranya "tidak akan sia-sia" dan India akan "bangga dengan tentara yang meninggal dalam pertempuran melawan tentara China" dalam bentrokan di daerah Ladakh. "India menginginkan kedamaian, tapi ketika diprovokasi, India mampu memberikan jawaban yang tepat dalam situasi apa pun,” katanya dilansir BBC.

Ini bukan pertama kalinya tentara dari dua negara tersebut terlibat pertikaian tanpa menggunakan senjata api di perbatasan. India dan China memiliki sejarah sengketa dan klaim teritorial yang tumpang tindih di wilayah sepanjang 3.440 km di mana perbatasan tersebut ditarik dengan garis yang buruk dari kedua pihak. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!