Jong-un Dilaporkan Hadiri Uji Coba Senjata Taktis Jenis Baru Korut
Minggu, 17 April 2022 - 14:44 WIB
KCNA tidak mengatakan kapan tes itu dilakukan dan tidak memberikan rincian rudal yang terlibat. “Setelah memandu tes, Jong-un memberikan instruksi penting untuk lebih lanjut membangun kemampuan pertahanan dan kekuatan tempur nuklir negara itu," lanjut laporan KCNA.
Sementara militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan, mereka telah mendeteksi pada Sabtu malam dua proyektil diluncurkan dari pantai timur Utara menuju laut. Proyektil itu terbang sekitar 110 km dengan puncak 25 km dan kecepatan maksimum kurang dari 4 Mach.
Baca: Murah Hatinya Kim Jong-un, Berikan Rumah Mewah kepada Penyiar Terkenal Korut
Ankit Panda, seorang rekan senior di Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS, mengatakan bahwa senjata itu kemungkinan adalah rudal balistik jarak pendek dan sistem pengiriman senjata nuklir taktis pertama Korut.
Korut memiliki kebutuhan domestik untuk membuat dan menyempurnakan senjata yang dipesan oleh Jong-un, terlepas dari apa yang dilakukan atau tidak dilakukan AS. “Tes tersebut memberi tahu orang-orang bahwa Korea Utara kuat,” kata Duyeon Kim, pakar Korea Utara di AS- Pusat Keamanan Amerika Baru yang berbasis.
Sementara militer Korea Selatan (Korsel) mengatakan, mereka telah mendeteksi pada Sabtu malam dua proyektil diluncurkan dari pantai timur Utara menuju laut. Proyektil itu terbang sekitar 110 km dengan puncak 25 km dan kecepatan maksimum kurang dari 4 Mach.
Baca: Murah Hatinya Kim Jong-un, Berikan Rumah Mewah kepada Penyiar Terkenal Korut
Ankit Panda, seorang rekan senior di Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS, mengatakan bahwa senjata itu kemungkinan adalah rudal balistik jarak pendek dan sistem pengiriman senjata nuklir taktis pertama Korut.
Korut memiliki kebutuhan domestik untuk membuat dan menyempurnakan senjata yang dipesan oleh Jong-un, terlepas dari apa yang dilakukan atau tidak dilakukan AS. “Tes tersebut memberi tahu orang-orang bahwa Korea Utara kuat,” kata Duyeon Kim, pakar Korea Utara di AS- Pusat Keamanan Amerika Baru yang berbasis.
Lihat Juga :