Turki: Kita Berada dalam Perang Dingin yang Baru
Kamis, 14 April 2022 - 16:44 WIB
Rusia menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan berujung pada pengakuan Rusia terhadap republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Rusia sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Barat mengutuk serangan itu dan terus-menerus meningkatkan tekanan sanksi terhadap Moskow. Rusia telah menanggapi dengan tindakan balasan.
Baca juga: Putin: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Macet
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Rusia sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Barat mengutuk serangan itu dan terus-menerus meningkatkan tekanan sanksi terhadap Moskow. Rusia telah menanggapi dengan tindakan balasan.
Baca juga: Putin: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Macet
(ian)
Lihat Juga :