PM Solomon Geram Perjanjian Keamanan dengan China Diusik Australia Cs

Rabu, 30 Maret 2022 - 00:13 WIB
Pihak oposisi menuduh Sogavare menggunakan pakta "polisi baru" dengan China, dan membuat kesepakatan keamanan, untuk menopang kepemimpinannya.

Selama kerusuhan tahun lalu, Sogavare mengatakan kawasan Pecinan atau Chinatown dibakar massa dan ada juga ancaman terhadap infrastruktur olahraga yang sedang dibangun untuk menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Pasifik 2023.

Dia mengatakan infrastruktur yang diberikan ke Kepulauan Solomon harus dilindungi, mengacu pada tujuh stadion yang sedang dibangun oleh China dalam kesepakatan yang dicapai setelah negara itu beralih kesetiaan diplomatik.

“Jika ada negara yang tidak memiliki selera politik untuk melakukan itu, kita harus memiliki pengaturan alternatif,” katanya.

Draf yang bocor mengatakan perjanjian keamanan akan mencakup polisi bersenjata China dan militer yang melindungi proyek-proyek China di negara Pasifik tersebut.

Sogavare menolak anggapan bahwa kehadiran China merupakan ancaman keamanan bagi kawasan.

Dia mengatakan Kepulauan Solomon tidak akan “memilih”, dan perjanjian keamanan dengan Australia akan tetap berlaku.

Sogavare mengatakan dia telah mengirim pesan teks kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison tentang masalah ini dan juga telah menulis surat kepadanya pada Selasa pagi, serta menjelaskan posisi Kepulauan Solomon pada Forum Kepulauan Pasifik, kelompok regional utama untuk kebijakan politik dan kerja sama ekonomi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!