Jenderal Kyiv: Putin Ingin Membagi Ukraina Jadi Dua seperti Korea
Senin, 28 Maret 2022 - 07:42 WIB
Dia mengatakan Ukraina percaya prioritas Putin sekarang ada di timur dan selatan negara itu.
Penilaian baru ini datang ketika pemimpin satu daerah yang dikuasai separatis pro-Moskow di Donbass mengatakan dia ingin mengadakan pemungutan suara untuk bergabung dengan Rusia, yang bisa menjadi pendahulu aneksasi formal lebih banyak wilayah Ukraina oleh Moskow.
Leonid Pasechnik, kepala Republik Rakyat Luhansk (LPR) yang memproklamirkan kemerdekaan mengatakan referendum dapat diadakan dalam waktu dekat.
Pemungutan suara serupa diadakan di Crimea saat pertama kali berada di bawah kendali Rusia pada 2014.
Rusia telah mendukung pemberontak separatis di Luhansk dan negara tetangga, Donetsk, sejak pemberontakan dimulai di sana setelah pencaplokan Crimea.
Dalam pembicaraan dengan Ukraina, Moskow telah menuntut Kyiv mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk, yang pada dasarnya menyerahkan wilayah kedaulatannya sendiri. Pada hari-hari sebelum invasinya, Putin secara resmi mengakui wilayah pemberontak sebagai negara merdeka.
Seluruh dunia masih menganggap wilayah-wilayah itu sebagai bagian dari Ukraina.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Barat pengecut karena pasukannya mencegah penjajah Rusia.
Penilaian baru ini datang ketika pemimpin satu daerah yang dikuasai separatis pro-Moskow di Donbass mengatakan dia ingin mengadakan pemungutan suara untuk bergabung dengan Rusia, yang bisa menjadi pendahulu aneksasi formal lebih banyak wilayah Ukraina oleh Moskow.
Leonid Pasechnik, kepala Republik Rakyat Luhansk (LPR) yang memproklamirkan kemerdekaan mengatakan referendum dapat diadakan dalam waktu dekat.
Pemungutan suara serupa diadakan di Crimea saat pertama kali berada di bawah kendali Rusia pada 2014.
Rusia telah mendukung pemberontak separatis di Luhansk dan negara tetangga, Donetsk, sejak pemberontakan dimulai di sana setelah pencaplokan Crimea.
Dalam pembicaraan dengan Ukraina, Moskow telah menuntut Kyiv mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk, yang pada dasarnya menyerahkan wilayah kedaulatannya sendiri. Pada hari-hari sebelum invasinya, Putin secara resmi mengakui wilayah pemberontak sebagai negara merdeka.
Seluruh dunia masih menganggap wilayah-wilayah itu sebagai bagian dari Ukraina.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Barat pengecut karena pasukannya mencegah penjajah Rusia.
Lihat Juga :