Zelensky: Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Terdengar Lebih Realistis
Rabu, 16 Maret 2022 - 19:30 WIB
Namun, dia mengatakan kepada outlet berita RBC bahwa ada masalah penting lainnya, termasuk penggunaan bahasa Rusia di Ukraina dan kebebasan berbicara.
Baca: Kecewa NATO Lemah, Ukraina Ingin Bersekutu dengan Negara Bersenjata Nuklir
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyatakan, bagaimanapun masih terlalu dini untuk memprediksi kemajuan dalam pembicaraan. “Pekerjaannya sulit, dan dalam situasi saat ini fakta bahwa (pembicaraan) berlanjut mungkin positif,” katanya.
Rusia meluncurkan invasi pada 24 Februari, menyebutnya sebagai "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan "de-Nazify" Ukraina. Konflik tersebut telah menewaskan dan melukai ribuan orang dan membuat tiga juta orang Ukraina melarikan diri ke negara-negara tetangga.
Baca: Kecewa NATO Lemah, Ukraina Ingin Bersekutu dengan Negara Bersenjata Nuklir
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyatakan, bagaimanapun masih terlalu dini untuk memprediksi kemajuan dalam pembicaraan. “Pekerjaannya sulit, dan dalam situasi saat ini fakta bahwa (pembicaraan) berlanjut mungkin positif,” katanya.
Rusia meluncurkan invasi pada 24 Februari, menyebutnya sebagai "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan "de-Nazify" Ukraina. Konflik tersebut telah menewaskan dan melukai ribuan orang dan membuat tiga juta orang Ukraina melarikan diri ke negara-negara tetangga.
(esn)
Lihat Juga :