Profil Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya Pendukung Invasi Rusia di Ukraina

Senin, 07 Maret 2022 - 15:13 WIB
Di mata Ramzan, sosok sang ayah menjadi idolanya sedari kecil. Ketika Uni Soviet terpecah pada awal 1990-an, Ramzan berusaha meniru jejak Akhmad dengan terlibat dalam kelompok pejuang separatis.

Baca juga: Presiden Ukraina Zelensky Yahudi, Mengapa Israel Ogah Menolong?

Namun, usai Perang Chechnya Kedua pada 1999, kelompok tersebut memutuskan mengubah haluan menjadi Pro-Moskow.

Ramzan memimpin pasukan milisi di bawah dukungan Keamanan Nasional Rusia dan menjadi Ketua Dinas Keamanan Kepresidenan.

Pada Mei 2004, terjadi satu ledakan di Stadium Dynamo Grozny saat berlangsung peringatan kekalahan Nazi di Perang Dunia II.

Ledakan tersebut menewaskan 10 orang, termasuk Presiden Akhmad Kadyrov. Mangkatnya sang ayah membuat Ramzan diberikan kekuasaan secara de facto untuk memerintah Chechnya.

Lalu ketika usianya 30 tahun, secara terhormat Putin menunjuknya menjadi Presiden Chechnya. Ramzan bahkan diberikan medali Pahlawan Rusia, gelar kehormatan tinggi di Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!