Senator AS Serukan Bunuh Putin Picu Kecaman, Bisa Picu Perang Dunia III
Sabtu, 05 Maret 2022 - 11:46 WIB
"Kami tidak menganjurkan untuk membunuh pemimpin negara asing atau perubahan rezim. Itu bukan kebijakan Amerika Serikat," kata Psaki.
Seruan terbuka untuk pembunuhan presiden Rusia memicu kemarahan di Moskow, di mana Kedutaan Besar Rusia di AS mengecam keras pernyataan Graham, serta menuntut Washington meminta pertanggungjawaban pejabat tersebut atas pernyataannya.
“Sulit dipercaya bahwa seorang senator dari negara yang mengajarkan nilai-nilai moralnya sebagai 'cahaya penuntun' bagi seluruh umat manusia dapat membiarkan dirinya menyerukan terorisme sebagai sarana untuk mencapai tujuan Washington di panggung internasional,” kata Duta Besar Rusia di AS, Anatoly Antonov.
"Graham telah dibuat gila oleh ketegangan yang sedang berlangsung antara Moskow dan Barat," imbuh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov."Tidak semua orang bisa tetap berkepala dingin akhir-akhir ini, beberapa [orang] kehilangan akal sehat mereka.”
Moskow mempertahankan serangan militernya di Ukraina dengan alasan operasi khusus yang ditujukan untuk "demiliterisasi" dan "denazifikasi" Ukraina atas nama melindungi rakyat dari dua republik Donbass yang baru-baru ini diakui Rusia.
Namun, Kiev mengatakan serangan Moskow tidak beralasan, bersikeras bahwa mereka tidak berusaha untuk merebut kembali Donetsk dan Luhansk dengan paksa.
Kedua republik di Donbass itu memisahkan diri dari Ukraina pada tahun 2014 setelah kudeta Maidan, yang menggulingkan pemerintah Ukraina yang pro-Rusia.
Seruan terbuka untuk pembunuhan presiden Rusia memicu kemarahan di Moskow, di mana Kedutaan Besar Rusia di AS mengecam keras pernyataan Graham, serta menuntut Washington meminta pertanggungjawaban pejabat tersebut atas pernyataannya.
“Sulit dipercaya bahwa seorang senator dari negara yang mengajarkan nilai-nilai moralnya sebagai 'cahaya penuntun' bagi seluruh umat manusia dapat membiarkan dirinya menyerukan terorisme sebagai sarana untuk mencapai tujuan Washington di panggung internasional,” kata Duta Besar Rusia di AS, Anatoly Antonov.
"Graham telah dibuat gila oleh ketegangan yang sedang berlangsung antara Moskow dan Barat," imbuh juru bicara Kremlin Dmitry Peskov."Tidak semua orang bisa tetap berkepala dingin akhir-akhir ini, beberapa [orang] kehilangan akal sehat mereka.”
Moskow mempertahankan serangan militernya di Ukraina dengan alasan operasi khusus yang ditujukan untuk "demiliterisasi" dan "denazifikasi" Ukraina atas nama melindungi rakyat dari dua republik Donbass yang baru-baru ini diakui Rusia.
Namun, Kiev mengatakan serangan Moskow tidak beralasan, bersikeras bahwa mereka tidak berusaha untuk merebut kembali Donetsk dan Luhansk dengan paksa.
Kedua republik di Donbass itu memisahkan diri dari Ukraina pada tahun 2014 setelah kudeta Maidan, yang menggulingkan pemerintah Ukraina yang pro-Rusia.
(min)
Lihat Juga :