PBB: 136 Warga Sipil Ukraina Tewas, 400 Terluka
Rabu, 02 Maret 2022 - 07:42 WIB
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pekan lalu, arus pengungsi terus mengalir keluar dari Ukraina. Shabia Mantoo, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, mengatakan pada briefing di Jenewa, lebih dari 600.000 orang, kebanyakan wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Ukraina ke negara-negara tetangga dalam enam hari terakhir.
Baca: Kharkiv Diserang Rudal Jelajah, Presiden Ukraina: Rusia Negara Teroris!
“Ada laporan tentang orang-orang yang menunggu hingga 60 jam untuk memasuki Polandia, sementara antrian di perbatasan Rumania mencapai 20 km,” jelasnya, seperti dikutip dari Reuters.
Terus melonjaknya arus pengungsi Ukraina juga diungkapkan oleh Inggris. Perdana Menteri Boris Johnson memperingatkan tentang meningkatnya krisis kemanusiaan dari invasi Rusia ke Ukraina, dengan mengatakan jumlah pengungsi bisa mencapai jutaan.
Ia juga menawarkan untuk membawa 200.000 dari mereka ke Inggris. "Kami akan mempermudah warga Ukraina yang sudah tinggal di Inggris untuk membawa kerabat mereka ke negara kami. Meskipun jumlahnya sulit dihitung, mungkin ada lebih dari 200.000," kata Johnson di Warsawa.
Baca: Menebak Putin Nekat Perang Nuklir atau Gertak Sambal pada Ukraina
Baca: Kharkiv Diserang Rudal Jelajah, Presiden Ukraina: Rusia Negara Teroris!
“Ada laporan tentang orang-orang yang menunggu hingga 60 jam untuk memasuki Polandia, sementara antrian di perbatasan Rumania mencapai 20 km,” jelasnya, seperti dikutip dari Reuters.
Terus melonjaknya arus pengungsi Ukraina juga diungkapkan oleh Inggris. Perdana Menteri Boris Johnson memperingatkan tentang meningkatnya krisis kemanusiaan dari invasi Rusia ke Ukraina, dengan mengatakan jumlah pengungsi bisa mencapai jutaan.
Ia juga menawarkan untuk membawa 200.000 dari mereka ke Inggris. "Kami akan mempermudah warga Ukraina yang sudah tinggal di Inggris untuk membawa kerabat mereka ke negara kami. Meskipun jumlahnya sulit dihitung, mungkin ada lebih dari 200.000," kata Johnson di Warsawa.
Baca: Menebak Putin Nekat Perang Nuklir atau Gertak Sambal pada Ukraina
Lihat Juga :