Setelah Invasi, Inggris Tuduh Rusia Rencanakan Kudeta di Kota-kota Besar Ukraina
Selasa, 15 Februari 2022 - 08:08 WIB
Baca juga: Jika Perang Pecah, Ini Jenderal Paling Top di Rusia dan Ukraina
Menurut laporan itu, Inggris percaya rencana semacam itu akan dilakukan untuk menghindari "perang perkotaan berdarah dan berisiko tinggi" setelah invasi. Namun, tidak ada bukti untuk mendukung dugaan yang diberikan.
Baca juga: Takut Diserbu Rusia, Ukraina Bisa Batalkan Rencana Gabung NATO
Para pemimpin Barat telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa Rusia dapat merencanakan invasi ke Ukraina, meskipun Moskow berulang kali menolak tuduhan itu.
Sementara itu, badan intelijen Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah membocorkan serangkaian laporan yang menuduh berbagai rencana tindakan agresif di Ukraina dari pihak Rusia.
Awal bulan ini, AS mengklaim Moskow sedang merencanakan “serangan palsu oleh militer Ukraina atau pasukan intelijen” terhadap “wilayah kedaulatan Rusia” atau “orang-orang yang berbahasa Rusia,” sebagai dalih untuk invasi.
Menurut laporan itu, Inggris percaya rencana semacam itu akan dilakukan untuk menghindari "perang perkotaan berdarah dan berisiko tinggi" setelah invasi. Namun, tidak ada bukti untuk mendukung dugaan yang diberikan.
Baca juga: Takut Diserbu Rusia, Ukraina Bisa Batalkan Rencana Gabung NATO
Para pemimpin Barat telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa Rusia dapat merencanakan invasi ke Ukraina, meskipun Moskow berulang kali menolak tuduhan itu.
Sementara itu, badan intelijen Amerika Serikat (AS) dan Inggris telah membocorkan serangkaian laporan yang menuduh berbagai rencana tindakan agresif di Ukraina dari pihak Rusia.
Awal bulan ini, AS mengklaim Moskow sedang merencanakan “serangan palsu oleh militer Ukraina atau pasukan intelijen” terhadap “wilayah kedaulatan Rusia” atau “orang-orang yang berbahasa Rusia,” sebagai dalih untuk invasi.
Lihat Juga :