Boris Johnson: Aksi Anti-Rasisme di Inggris Dibajak Ekstremis

Sabtu, 13 Juni 2020 - 01:13 WIB
Para pengunjuk rasa menyalahkan Churchill atas kebijakan yang menyebabkan kematian jutaan orang selama kelaparan di negara bagian Bengal, India pada 1943.

"Ya, dia (Churchill) kadang-kadang menyatakan pendapat yang tidak dapat diterima bagi kita hari ini, tetapi dia adalah seorang pahlawan, dan dia sepenuhnya layak mendapatkan monumen peringatan," tulis Johnson seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (13/6/2020).

Menurut Johnson penyerangan terhadap monumen nasional adalah upaya untuk "menyensor masa lalu".

“Kita sekarang tidak bisa mencoba mengedit atau menyensor masa lalu kita. Kita tidak bisa berpura-pura memiliki sejarah yang berbeda,” kata Johnson.

"Patung-patung di kota-kota kita dipasang oleh generasi sebelumnya," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!