Krisis Ukraina, Rusia Kerahkan Rudal Hipersonik Kinzhal ke Baltik

Rabu, 09 Februari 2022 - 13:04 WIB
Dalam Pidato Kenegaraan kepada Majelis Federal pada Maret 2018, Presiden Vladimir Putin mengungkapkan proyek untuk platform rudal hipersonik Kinzhal. Putin memuji Kinzhal dan sistem rudal lainnya sebagai senjata “tak terkalahkan” yang mampu menghindari pertahanan musuh saat ia menyatakan keunggulan Rusia di lapangan.

Rudal tersebut pertama kali muncul ke publik selama parade Hari Kemenangan Moskow pada 2018.

Untuk pertama kalinya pada Juni 2021, Rusia mengerahkan dua pesawat pencegat yang mampu membawa rudal hipersonik Kinzhal ke Suriah untuk latihan perang.

Rusia telah secara signifikan meningkatkan kehadiran aset tempurnya di dekat Ukraina.

The EurAsian Times melaporkan bahwa Moskow telah mengerahkan sistem pertahanan rudal S-400 di Belarusia, di mana sistem itu akan ditugaskan untuk tugas tempur sebagai bagian dari rencana pertahanan udara terintegrasi. Wilayah itu tidak diragukan lagi akan menjadi lebih bergejolak sebagai akibat dari kedatangan rudal hipersonik.

MiG-31K biasanya tidak ditempatkan di fasilitas Kaliningrad Rusia. Meskipun dipertahankan oleh pasukan darat yang besar dan merupakan rumah bagi Armada Baltik Rusia dan rudal Iskander jarak pendek berkemampuan nuklir, sebagian besar dari 50 pesawat yang ditempatkan di pangkalan tersebut adalah jet Su-27 dan Su-24 yang lebih tua, dengan beberapa jet tempur yang lebih baru seperti Su-30SM dan Su-35S yang sedang dalam persiapan pengerahan.

Laporan terbaru tentang MiG-31K, seperti dilansir The EurAsian Times, Rabu (9/2/2022), hampir pasti ditujukan sebagai pencegahan strategis terhadap NATO, yang memberikan bobotnya di belakang Ukraina.

Dalam sebuah tweet, analis militer Rob Lee berspekulasi bahwa Kinzhal yang ditembakkan di wilayah Kaliningrad dapat menyerang sebagian besar ibu kota Eropa Barat. Sedangkan rudal Iskander di Kaliningrad hanya dapat menargetkan pinggiran utara Berlin.

Selain itu, Kinzhal yang dilepaskan dari wilayah udara Kaliningrad mungkin menyerang targetnya dalam 7-10 menit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!