Media AS: Arab Saudi Buka Wilayah Udara ke Israel dengan Imbalan Akses Pegasus
Sabtu, 29 Januari 2022 - 06:45 WIB
Ini terjadi pada saat Netanyahu sedang bernegosiasi untuk menormalkan hubungan dengan negara-negara Arab, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Kesepakatan normalisasi kemudian ditandatangani pada September 2020.
Baca juga: Saat NATO Enggan, Polandia Siap Buat Kesepakatan dengan Rusia
“Ketika lisensi Saudi berakhir, Netanyahu secara pribadi turun tangan,” papar New York Times, setelah menerima telepon dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Mohammed bin Salman setuju mengizinkan penggunaan ruang udara Saudi oleh pesawat dan penerbangan Israel menuju ke Israel. Langkah ini memperkuat kesepakatan normalisasi yang ditandatangani dengan negara-negara tetangga Teluknya.
“Menyusul panggilan telepon antara Mohammed bin Salman dan Netanyahu, Kementerian Pertahanan Israel memanggil perusahaan induk Pegasus, NSO Group, dan memerintahkan sistem Saudi untuk dihidupkan kembali,” ungkap surat kabar itu.
Baca juga: Saat NATO Enggan, Polandia Siap Buat Kesepakatan dengan Rusia
“Ketika lisensi Saudi berakhir, Netanyahu secara pribadi turun tangan,” papar New York Times, setelah menerima telepon dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Mohammed bin Salman setuju mengizinkan penggunaan ruang udara Saudi oleh pesawat dan penerbangan Israel menuju ke Israel. Langkah ini memperkuat kesepakatan normalisasi yang ditandatangani dengan negara-negara tetangga Teluknya.
“Menyusul panggilan telepon antara Mohammed bin Salman dan Netanyahu, Kementerian Pertahanan Israel memanggil perusahaan induk Pegasus, NSO Group, dan memerintahkan sistem Saudi untuk dihidupkan kembali,” ungkap surat kabar itu.
(sya)
Lihat Juga :