Putin dan Macron Gelar Diskusi Genting, Isinya Berisiko Tinggi!

Sabtu, 29 Januari 2022 - 01:13 WIB
Menyusul pembicaraan yang diadakan sebagai bagian dari Format Normandia, yang juga mencakup Prancis dan Jerman, kepala perwakilan Moskow mengatakan “Terlepas dari semua perbedaan interpretasi, kami sepakat gencatan senjata harus dipertahankan oleh semua pihak sesuai kesepakatan.”

Sebelumnya pada Januari, Macron menandai dimulainya kepresidenan negaranya di Uni Eropa dengan menyerukan “tatanan Eropa” baru, bebas dari ancaman, paksaan, dan lingkup pengaruh.

Ini secara luas ditafsirkan sebagai langkah bahwa Prancis ingin memainkan peran yang lebih aktif dalam negosiasi daripada mendelegasikan diskusi tentang keamanan Eropa ke Washington.

“Baik untuk kita dan Rusia, demi keamanan benua kita yang tak terpisahkan, kita membutuhkan dialog ini,” ungkap presiden Prancis, seraya menambahkan, “Itu harus menjadi dialog yang jujur dan menuntut dalam menghadapi destabilisasi, campur tangan dan manipulasi.”

Dominique Moisi, ilmuwan politik Prancis dan salah satu pendiri Institut Francais des Relations Internationales yang berbasis di Paris, mengatakan kepada Associated Press bahwa, “Macron telah lama berusaha menyetel ulang hubungan antara Prancis dan Rusia, dan melakukannya berdasarkan campuran bersikap terbuka dan tegas.”

Namun, dia meragukan kesuksesan masa lalu dan masa depan, menyebutnya sebagai "tantangan."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!