Putin dan Macron Gelar Diskusi Genting, Isinya Berisiko Tinggi!
Sabtu, 29 Januari 2022 - 01:13 WIB
Baca juga: Jembatan Runtuh Menjelang Kunjungan Infrastruktur Biden, 10 Orang Terluka
“Balasan Amerika dan NATO tidak mempertimbangkan kekhawatiran mendasar Rusia, seperti pencegahan perluasan NATO, penolakan menyebarkan sistem senjata di dekat perbatasan Rusia dan juga mengembalikan potensi militer dan infrastruktur blok ke posisi 1997 di Eropa, ketika Undang-Undang Pendiri Rusia-NATO ditandatangani,” bunyi pernyataan Kremlin itu.
Disepakati kedua belah pihak akan melanjutkan dialog tentang berbagai masalah keamanan di benua itu.
“Macron memberi tahu Putin tentang pendekatan Paris di jalur pan-Eropa,” ungkap pemberitahuan Kremlin itu, menyebutkan posisi Prancis sebagai Presiden Dewan UE untuk paruh pertama tahun 2022.
Ketika membahas situasi di Ukraina timur yang dilanda perang, Putin menegaskan kembali pentingnya Kiev menerapkan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian Minsk, yang dirancang untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.
Moskow sebelumnya mengatakan pihaknya mendukung protokol, yang ditulis pada 2014, dan menuduh Kiev gagal memenuhi sisinya dengan menolak bernegosiasi dengan para pemimpin daerah yang memisahkan diri.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengklaim wilayah tersebut adalah proxy Rusia dan bersikeras dia akan mengadakan pembicaraan langsung dengan Putin sebagai gantinya.
Panggilan antara kedua kepala negara itu terjadi tak lama setelah negosiator Rusia dan Ukraina mengadakan pertemuan maraton di Paris untuk membahas de-eskalasi di wilayah Donbass yang dilanda perang.
“Balasan Amerika dan NATO tidak mempertimbangkan kekhawatiran mendasar Rusia, seperti pencegahan perluasan NATO, penolakan menyebarkan sistem senjata di dekat perbatasan Rusia dan juga mengembalikan potensi militer dan infrastruktur blok ke posisi 1997 di Eropa, ketika Undang-Undang Pendiri Rusia-NATO ditandatangani,” bunyi pernyataan Kremlin itu.
Disepakati kedua belah pihak akan melanjutkan dialog tentang berbagai masalah keamanan di benua itu.
“Macron memberi tahu Putin tentang pendekatan Paris di jalur pan-Eropa,” ungkap pemberitahuan Kremlin itu, menyebutkan posisi Prancis sebagai Presiden Dewan UE untuk paruh pertama tahun 2022.
Ketika membahas situasi di Ukraina timur yang dilanda perang, Putin menegaskan kembali pentingnya Kiev menerapkan ketentuan yang ditetapkan dalam Perjanjian Minsk, yang dirancang untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.
Moskow sebelumnya mengatakan pihaknya mendukung protokol, yang ditulis pada 2014, dan menuduh Kiev gagal memenuhi sisinya dengan menolak bernegosiasi dengan para pemimpin daerah yang memisahkan diri.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengklaim wilayah tersebut adalah proxy Rusia dan bersikeras dia akan mengadakan pembicaraan langsung dengan Putin sebagai gantinya.
Panggilan antara kedua kepala negara itu terjadi tak lama setelah negosiator Rusia dan Ukraina mengadakan pertemuan maraton di Paris untuk membahas de-eskalasi di wilayah Donbass yang dilanda perang.
Lihat Juga :