Gelombang Kedua Pandemi Virus Corona Hantui Eropa

Jum'at, 12 Juni 2020 - 01:20 WIB
Sebagian besar negara di 27 negara Eropa telah melewati puncak wabah dan secara bertahap membuka kembali bisnis dan perbatasan, karena infeksi turun dengan hati-hati dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelum aksi protes baru-baru ini, para ilmuwan memperkirakan gelombang kedua hanya akan terjadi setelah musim panas. Tetapi pertemuan massal mungkin akan berdampak pada tren positif ini.

"Mengenai penyakit pernafasan infeksius, peristiwa massal bisa menjadi rute utama penularan," terang Martin Seychell, seorang pejabat kesehatan di Komisi Uni Eropa, kepada Reuters ketika ditanya tentang kemungkinan gelombang kedua yang disebabkan oleh demonstrasi.

"Virus itu masih beredar, meski dengan laju lebih rendah dari beberapa minggu lalu," katanya lagi.

Ia mengatakan kemungkinan dan ukuran gelombang kedua akan tergantung pada penegakkan yang efektif dari langkah-langkah jarak sosial (social distancing) dan faktor-faktor lain, banyak di antaranya masih belum diketahui.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!