Jenderal Iran: Status Super Power AS Semakin Memudar

Kamis, 11 Juni 2020 - 23:18 WIB
Nada yang sama juga dilontarkan ulama senior Iran Ayatollah Amoli Larijani. Larijani mengklaim bahwa kerusuhan di AS menunjukkan bahwa pemerintah Amerika hanya peduli dengan hak asasi manusia ketika menggunakannya untuk memajukan tujuannya di luar negeri.

"Amerika telah bertahun-tahun mengajarkan negara-negara lain tentang hak asasi manusia," kata Larijani.

Dia juga mengatakan protes baru-baru ini menunjukkan bahwa hak asasi manusia hanyalah alat untuk mencapai tujuan AS.

AS dilanda kerusu setelah George Floyd , seorang pria kulit hitam, dibunuh oleh polisi di Minneapolis bulan lalu. Kematian George Floyd memicu aksi menentang rasisme di Amerika Serikat dan berbagai kota di seluruh dunia. Ribuan orang turun ke jalan guna memprotes rasisme, kebanyakan ikut unjuk rasa untuk pertama kalinya dalam hidup mereka dan terdiri dari multietnis. (Baca: Keluarga Floyd Minta PBB Selidiki Kebrutalan Polisi AS )

Unjuk rasa menyebar ke seluruh 50 negara bagian dan Washington DC, termasuk di kota-kota dan kawasan pedesaan yang sebagian besar warganya berkulit putih. Gelombang protes Black Lives Matter kali ini tampaknya lebih beragam secara rasial, dengan jumlah yang lebih besar dari pengunjuk rasa kulit putih dan pendemo dari etnis lain bergabung dengan para aktivis kulit hitam.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!