Ribuan Biksu Buddha Tuntut Permintaan Maaf Presiden Korsel

Minggu, 23 Januari 2022 - 18:15 WIB
Kuil yang terletak di taman nasional telah mengumpulkan 3,000-4,000 won per orang sebagai biaya dari semua pengunjung taman, terlepas dari apakah mereka mengunjungi kuil atau tidak. Kuil berpendapat bahwa mereka berhak atas biaya tersebut, karena uang tersebut digunakan untuk merawat aset kuil dan area pribadi milik kuil di dalam taman.

Rapat umum hari Jumat, yang diadakan di markas Ordo Jogye di pusat kota Seoul, menarik perhatian karena terjadi pada saat pemilihan presiden sedang memanas di tengah spekulasi bahwa sentimen anti-pemerintah di kalangan umat Buddha dapat mempengaruhi peluang calon partai berkuasa Lee Jae-myung.

Baca: Korsel Terus Upayakan Kesepakatan Damai dengan Korut

Ini menandai pertama kalinya dalam 28 tahun bahwa Ordo Jogye telah mengorganisir rapat umum besar-besaran para biksu dari seluruh negeri atas nama Konvensi Nasional Biksu, sejak rapat umum tahun 1994 diadakan untuk reformasi sekte tersebut.

"Pemerintah ingin melestarikan warisan budaya, tetapi sekarang berani memicu konflik agama dan mengalihkan tanggung jawab," kata YM. Wonhaeng, ketua Ordo Jogye, mengatakan selama rapat umum yang diadakan di Kuil Jogye, seperti dikutip dari Yonhap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!