Produksi Vaksin, Kerja Sama Jaringan Perusahaan Farmasi Jadi Prioritas

Kamis, 11 Juni 2020 - 09:59 WIB
“Saat ini hanya tersedia kurang dari 10 kandidat vaksin dalam proses uji klinis,” kata Bernaert. Sedangkan 3,5 juta vaksin Covid-19 harus diproduksi untuk mencegah penyebaran virus korona dan mengakhiri pandemi ini.

Tantangan lainnya berkaitan dengan lisensi dan persetujuan dari peneliti untuk memproduksi vaksin korona secara massal. “Selanjutnya adalah vaksinasi secara global yang seharusnya memenuhi prinsip akses universal, kesetaraan, dan prioritas kepada penduduk yang rawan,” kata Bernaert.

Sebelumnya, perusahaan farmasi raksasa Inggris-Swedia, AstraZeneca, mendekati salah satu rivalnya dari AS, Gilead Sciences, untuk potensi merger. Melansir Bloomberg, upaya pendekatan itu telah dilakukan sejak bulan lalu. (Baca juga: RI Tegaskan Rencana Aneksasi Tepi Barat oleh Israel Ilegal)

Jika terwujud, merger perusahaan transatlantik itu akan menjadi perusahaan terbesar di dunia dengan nilai aset mencapai USD200 miliar. Itu juga akan menyatukan langkah perusahaan farmasi dalam mengembangkan vaksin dan pengobatan virus corona.

AstraZeneca yang berkantor pusat di Cambridge, Inggris, baru-baru ini mengambil alih Royal Dutch Shell. Gilead kini memiliki nilai mencapai USD96 miliar dan terus melakukan ekspansi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!