Produksi Vaksin, Kerja Sama Jaringan Perusahaan Farmasi Jadi Prioritas

Kamis, 11 Juni 2020 - 09:59 WIB
Foto/Reuters
LONDON - Pada saat para peneliti melakukan uji klinis kandidat vaksin Covid-19 , proyeksi tentang produksi vaksin secara massal untuk memenuhi seluruh penduduk dunia juga menjadi pertimbangan. Kerja sama jaringan perusahaan farmasi di seluruh dunia menjadi prioritas yang dilakukan untuk menyelamatkan dunia.

World Economic Forum mengusulkan mekanisme kerja sama bagi para peneliti vaksin dan perusahaan vaksin. Itu bertujuan untuk melindungi, baik peneliti maupun perusahaan farmasi yang akan memproduksi vaksin secara massal. Apalagi uji klinis secara massal juga membutuhkan kerja sama dengan perusahaan vaksin.



Kepala Shaping the Future of Health and Healthcare di World Economic Forum (WEF) Arnaud Bernaert menyarankan pemanfaatan Developing Countries Vaccine Manufacturers Network (DCVMN) untuk memproduksi vaksin. Pasalnya, DCVMN merupakan jaringan perusahaan farmasi yang mampu memproduksi dan menjangkau 65% anggota WHO. (Baca: Palestina Puji Saudi Tolak Rencana Israel Caplok Tepi Barat)

“DCVMN memiliki jaringan 40 perusahaan farmasi yang berlokasi di negara berkembang, seperti India, Indonesia, South Korea, Brasil, China, Afrika Selatan yang bisa diajak bekerja sama,” kata Bernaert,l dilansir Weforum. Kenapa fokus di negara berkembang? Negara maju yang tergabung G-7 sudah memiliki skenario sendiri karena mereka yang melakukan penelitian dan memiliki jaringan perusahaan farmasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!