Palestina Puji Saudi Tolak Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Kamis, 11 Juni 2020 - 01:01 WIB
loading...
Palestina Puji Saudi...
Warga Israel memprotes rencana pencaplokan Tepi Barat dalam aksi di Tel Aviv, 6 Juni. Foto/Anadolu
A A A
YERUSALEM - Otoritas Palestina memuji Arab Saudi yang menolak rencana Israel mencaplok wilayah Tepi Barat. Pernyataan itu menunjukkan sinyal rekonsiliasi antara kedua pihak.

“Arab Saudi menegaskan kembali hari ini sikap tebuh mereka terhadap isu Palestina, menolak pernyataan rencana Israel mencaplok sebagian besar Tepi Barat,” ungkap pernyataan kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Bulan lalu Saudi menyatakan, “Menolak semua aksi sepihak dan setiap pelanggaran resolusi sanksi internasional atau langkah apapun yang dapat merusak peluang kembali ke proses perdamaian untuk mencapai keamanan dan stabilitas di wilayah.”

Menurut Saudi, sikap pada rencana pencaplokan itu menegaskan keberpihakan pada rakyat Palestina. Saudi juga menyatakan konsisten bersama rakyat Palestina dan mendukung pilihan mereka dan pendirian negara merdeka Palestina, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Kecaman Saudi pada rencana pencaplokan oleh pemerintahan baru Israel itu bertentangan dengan membaiknya hubungan dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait dkungan pada rencana damai pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sesuai rencana damai Trump, Israel akan mengklaim kedaulatan atas 30% wilayah Palestina di Tepi Barat, terutama pemukiman Yahudi ilegal dan Lembah Jordan, ditukar dengan partisipasi ekonomi Palestina. (Baca Juga: Bos Serikat Polisi New York: Setop Perlakukan Kami Seperti Penjahat!)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pihaknya akan menerapkan pencaplokan itu setahap demi setahap, dengan tiga wilayah yang pertama kali dicaplok. (Baca Juga: Rusia-China Siap Pasang Badan untuk Iran dari Sanksi PBB)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Berita Terkini
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved