China Tawarkan Dukungan Keamanan pada Kazakhstan

Selasa, 11 Januari 2022 - 05:20 WIB
Pekan lalu, gedung-gedung pemerintah di beberapa kota di Kazakhstan sempat direbut atau dibakar karena protes damai yang awalnya menentang kenaikan harga bahan bakar berubah menjadi kekerasan. Pasukan diperintahkan untuk menembak, untuk membunuh, dan untuk memadamkan pemberontakan di seluruh negeri.

Pihak berwenang menyalahkan kekerasan itu pada "ekstremis", termasuk militan Islam yang dilatih di luar negeri. Pihak berwenang juga meminta blok militer pimpinan Rusia untuk mengirim pasukan, yang menurut pemerintah telah dikerahkan untuk menjaga situs-situs strategis, sebuah langkah yang dipertanyakan oleh Amerika Serikat.

Baca: Presiden Kazakhstan Klaim Negaranya telah Melewati Upaya Kudeta

Para ahli mengatakan, China khawatir ketidakstabilan di tetangganya dapat mengancam impor energi dan proyek Belt-and-Road di sana, dan keamanan di wilayah Xinjiang barat, yang berbatasan dengan Kazakhstan sepanjang 1.770 km (1.110 mil).

Pada Jumat lalu, Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev bahwa China dengan tegas menentang setiap kekuatan asing yang mengganggu stabilitas Kazakhstan dan merekayasa sebuah "revolusi warna", kata televisi pemerintah China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!